Rusia Kirim Sinyal Mundur dari Ukraina Selatan, Kiev Waspadai Jebakan

Jum'at, 04 November 2022 - 15:50 WIB
loading...
Rusia Kirim Sinyal Mundur...
Rusia Kirim Sinyal Mundur dari Ukraina Selatan, Kiev Waspadai Jebakan. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Seorang pejabat Rusia di Ukraina selatan mengatakan, Moskow kemungkinan akan menarik pasukannya dari tepi barat Sungai Dnipro di Kherson dan mendesak warga sipil untuk pergi. Sikap ini dinilai sebagai sinyal mundur Rusia.

Seperti dilaporkan Reuters, ada keheningan dari para pejabat senior di Moskow. Pemerintah Kiev dan analis militer Barat tetap berhati-hati, menunjukkan bahwa Rusia dapat membuat jebakan untuk memajukan pasukan Ukraina.

Baca: Kepala Pentagon Yakin Ukraina Mampu Rebut Kembali Kherson dari Rusia

“Kemungkinan besar unit kami, tentara kami, akan berangkat ke tepi kiri (timur),” Kirill Stremousov, wakil administrator sipil wilayah Kherson yang dilantik Rusia, mengatakan dalam sebuah wawancara pada Kamis (3/11/2022), dengan Solovyov Live, outlet media online pro-Kremlin.

Daerah itu termasuk kota Kherson, ibu kota wilayah dengan nama yang sama, dan satu-satunya kota besar yang direbut Rusia secara utuh sejak invasinya pada Februari. Ini juga mencakup satu sisi bendungan di seberang Dnipro yang mengontrol pasokan air untuk mengairi Krimea, semenanjung yang diduduki Rusia sejak 2014.

Sebelumnya, Rusia telah membantah pasukannya berencana untuk menarik diri dari daerah tersebut. Dalam komentar panjang pada Kamis malam di sebuah program yang diselenggarakan oleh televisi RT, Stremousov agak lebih samar-samar mengatakan sejumlah keputusan.

Baca: Rusia Ungkap 4 Alasan Putin Tak Punya Pilihan Selain Perang di Ukraina

“Kita harus mengambil beberapa keputusan yang sangat sulit sekarang. Apapun strategi kita. Dan beberapa orang mungkin takut untuk mengenali sesuatu,” kata Stremousov.

“Tetapi bagi saya sangat penting untuk mencoba mengatakan saat ini – Orang-orang, tolong pergi ke tepi timur. Anda akan berada dalam posisi yang jauh lebih aman,” lanjutnya.

Stremousov juga mengatakan, dia berharap "kita tidak akan meninggalkan Kherson". “Dan jika itu terjadi, itu akan menjadi pukulan besar tidak hanya dalam hal citra kita semua, tetapi pukulan besar bagi orang-orang di sini yang bisa bertahan," tambah Stremousov.

Baca: Rusia: Seluruh Dunia Menderita Akibat Propaganda Barat

Spekulasi berputar-putar tentang apakah Rusia memang menarik diri, setelah foto-foto beredar di Internet menunjukkan gedung administrasi utama di kota Kherson dengan bendera Rusia tidak lagi berkibar di atasnya. Ukraina mengatakan gambar-gambar itu bisa jadi disinformasi Rusia.

Natalia Humeniuk, juru bicara komando militer selatan Ukraina, mengatakan itu bisa jadi jebakan Rusia. “Ini bisa menjadi manifestasi dari provokasi tertentu, untuk menciptakan kesan bahwa permukiman ditinggalkan, aman untuk memasukinya, sementara mereka bersiap untuk pertempuran jalanan,” katanya dalam komentar yang disiarkan televisi.

Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh pihak berwenang Rusia melakukan "gerakan paksa massal penduduk" di provinsi Kherson dan Zaporzhzhia di selatan dan wilayah Luhansk dan Donetsk di timur "ke wilayah Krimea yang diduduki sementara atau ke Federasi Rusia."

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved