AS Bakal Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, Ini Respons Indonesia
Kamis, 03 November 2022 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
"Secara serius merusak perdamaian dan stabilitas regional, dan dapat memicu perlombaan senjata regional," katanya.
“Kerja sama pertahanan dan keamanan antara negara mana pun harus kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga,” lanjut dia.
Zhao mengatakan Beijing mendesak semua negara yang terkait untuk meninggalkan pemikiran zero-sum Perang Dingin yang usang dan konsep geopolitik yang sempit.
"Fokusnya seharusnya lebih berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan meningkatkan rasa saling percaya," katanya.
Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi Global Times yang dikelola Partai Komunis China (PKC), mengeluarkan peringatan yang tidak menyenangkan kepada Australia.
Menurutnya, Australia perlu menanggung risiko dari langkah Amerika tersebut. “Rudal Dongfeng PLA pasti terbang lebih cepat daripada pesawat pengebom B-52,” tulis Hu di Twitter.
“Jika Australia ingin menjadi 'Guam besar', maka Australia harus menanggung risiko strategis yang setimpal," lanjut dia.
“Kerja sama pertahanan dan keamanan antara negara mana pun harus kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga,” lanjut dia.
Zhao mengatakan Beijing mendesak semua negara yang terkait untuk meninggalkan pemikiran zero-sum Perang Dingin yang usang dan konsep geopolitik yang sempit.
"Fokusnya seharusnya lebih berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan meningkatkan rasa saling percaya," katanya.
Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi Global Times yang dikelola Partai Komunis China (PKC), mengeluarkan peringatan yang tidak menyenangkan kepada Australia.
Menurutnya, Australia perlu menanggung risiko dari langkah Amerika tersebut. “Rudal Dongfeng PLA pasti terbang lebih cepat daripada pesawat pengebom B-52,” tulis Hu di Twitter.
“Jika Australia ingin menjadi 'Guam besar', maka Australia harus menanggung risiko strategis yang setimpal," lanjut dia.
(min)
Lihat Juga :