Malaysia Marah dengan Video Al Jazeera soal Penangkapan Massal Migran

Selasa, 07 Juli 2020 - 14:08 WIB
loading...
Malaysia Marah dengan...
Para migran Rohingya ditahan oleh otoritas Malaysia pada 8 Juni 2020. Foto/Facebook/Aduan Rakyat Kedah
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia marah dengan tayangan program berita Al Jazeera yang menyuguhkan film dokumenter tentang penangkapan massal para migran tak berdokumen.

Kuala Lumpur menyebut video itu tidak benar dan merupakan upaya untuk menodai citra Malaysia. Polisi setempat resmi membuka penyelidikan video yang disiarkan media yang berbasis di Qatar tersebut.

"Locked up in Malaysia's Lockdown," bunyi judul film dokumenter yang diproduksi oleh program berita 101 East stasiun televisi tersebut. Video dokumenter itu berfokus pada nasib ribuan migran tidak berdokumen yang ditahan selama penggerebekan yang dilakukan di daerah yang dikunci (lockdown) ketat untuk mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19).

Film dokumenter tersebut disiarkan minggu lalu. Para pejabat Malaysia bereaksi marah, yang beberapa di antaranya mengecam laporan itu sebagai informasi tidak akurat, menyesatkan dan tidak adil.

Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob meminta Al Jazeera untuk meminta maaf kepada warga Malaysia. Dia mengatakan tuduhan rasisme dan diskriminasi terhadap migran tidak berdokumen adalah tidak benar. (Baca: Malaysia Tahan 1.368 Migran Tanpa Dokumen di Wilayah Lockdown )

Namun, pihak berwenang setempat sebelumnya membela diri atas penangkapan yang diperlukan untuk menegakkan hukum dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Polisi membuka penyelidikan atas film dokumenter Al Jazeera setelah ada pengaduan dari Departemen Imigrasi Malaysia. Demikian disampaikan Wakil Direktur Departemen Investigasi Kriminal Polisi, Mior Faridalathrash Wahid, kepada Reuters dalam sebuah pesan singkat, Selasa (7/7/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Iran Gempur 22 Pangkalan...
Iran Gempur 22 Pangkalan AS di Timur Tengah termasuk Hanggar Jet Tempur F-35
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Infografis
Netanyahu Marah, Genosida...
Netanyahu Marah, Genosida Israel Disamakan dengan Aksi Hitler
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved