Tegang dengan Rusia, Kapal Induk Kedua AS Menuju Eropa

Selasa, 01 November 2022 - 06:57 WIB
loading...
Tegang dengan Rusia,...
Kelompok Penyerang Kapal Induk USS Gerald R Ford Angkatan Laut AS dilaporkan menuju Eropa di tengah ketegangan yang memanas antara Barat dan Rusia. Foto/US Navy
A A A
LONDON - Di tengah ketegangan yang memanas antara Barat dan Rusia, kapal induk Amerika Serikat (AS); USS Gerald R Ford, dan kelompok penyerangnya sedang menuju Eropa.

Itu akan menjadi kapal induk kedua Amerika yang dikerahkan ke Eropa. Sebab, kapal induk Washington sebelumnya; USS George H.W. Bush, masih berada kawasan itu setelah menjalani latihan tempur Neptune Strike bersama pasukan negara-negara NATO di Mediterania.

Mengutip laporan dari UK Defense Journal, Selasa (1/11/2022), Kelompok Penyerang Kapal Induk USS Gerald R Ford diperkirakan akan berlabuh di dekat Portsmouth di Inggris selatan pada pertengahan November.

Tanggal pasti kedatangannya, yang mencakup tujuh kapal perang lainnya, belum diumumkan secara publik. "Merilis data seperti itu sekarang mungkin bukan ide terbaik dari sudut pandang keamanan,” tulis media pertahanan Inggris tersebut.

Baca juga: Kapal Induk AS Siap Pimpin Serangan Internasional terhadap Rusia

Menurut laporan itu, beberapa kapal Amerika akan berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth, sementara USS Gerald R Ford harus berlabuh di luar, di roadstead di daerah Spithead, karena masalah ukurannya.

Kapal induk sepanjang 333 meter itu dilaporkan menampung sekitar 90 pesawat dan helikopter, termasuk pesawat pengebom tempur F-35C generasi kelima.

USS Gerald R Ford, ditugaskan oleh Angkatan Laut AS pada tahun 2017, adalah kapal pertama dengan nama yang sama kelas Ford, dan merupakan kapal induk terbesar di dunia.

Ini memulai penyebaran "service-retained" perdananya pada 4 Oktober, berangkat dari Norfolk, Virginia. Kapal tersebut telah mengunjungi pelabuhan internasional pertamanya pada hari Jumat dengan tiba di Halifax, Kanada.

Menurut Angkatan Laut AS, USS Gerald R Ford telah melakukan latihan maritim multinasional di Samudra Atlantik dengan sekutu NATO seperti Kanada, Spanyol, Denmark, Belanda dan Jerman.

"Setelah meninggalkan Halifax, supercarrier ini akan melanjutkan melakukan pelatihan dan operasi bersama Sekutu NATO dan mitra untuk meningkatkan integrasi untuk operasi masa depan dan menunjukkan komitmen Angkatan Laut AS untuk kawasan Atlantik yang damai, stabil dan bebas konflik,” kata Angkatan Laut AS.

Komandan Kelompok Penyerang Kapal Induk USS Gerlad R Ford, Laksamana Muda Greg Huffman, menggambarkan pengerahan itu sebagai kesempatan untuk lebih memajukan kemampuan operasional Ford dan menunjukkan keunggulan yang dibawa Ford dan Carrier Air Wing (CVW) 8 ke masa depan penerbangan Angkatan Laut, ke kawasan dan sekutu serta mitra Amerika.

USS George Bush dan kapal-kapal perang pendukungnya saat ini berada di Laut Adriatik setelah mengambil bagian dalam latihan pertahanan dan pencegahan Neptune Strike NATO di Mediterania antara 14 hingga 28 Oktober.

Ketika ditanya oleh Sky News apakah Kelompok Penyerang Kapal Induk USS George H.W. Bush siap untuk melawan Rusia jika perintah seperti itu diberikan oleh Washington, komandannya; Laksamana Dennis Velez mengatakan: “Kapal ini, kelompok penyerang ini, sekutu kami: kami siap untuk apa pun. Kami menunjukkan itu setiap hari.”

Kapal-kapal perang Amerika telah bergerak ke Eropa ketika perang Rusia di Ukraina terus berkecamuk. AS dan sekutu NATO-nya siap merespons jika perang itu meluas ke wilayah negara-negara aliansi. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung Ukraina dengan bantuan senjata.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved