Parah! Penjahat di Finlandia Dapat Senjata dari Ukraina

Senin, 31 Oktober 2022 - 16:27 WIB
loading...
Parah! Penjahat di Finlandia...
Negara-negara Barat memasok Ukraina dengan persenjataan berat. Foto/ukrinform
A A A
HELSINKI - Para penjahat di Finlandia mendapatkan beberapa senjata yang dikirim ke Ukraina oleh pendukung Baratnya di tengah konflik dengan Rusia.

Biro Investigasi Nasional Finlandia (NBI) mengungkapkan fakta tersebut itu pada Minggu (30/10/2022).

"Kami telah melihat tanda-tanda senjata ini sudah menemukan jalan mereka ke Finlandia," ungkap Inspektur Detektif NBI Christer Ahlgren kepada outlet berita Yle pada Minggu.

“Senapan serbu termasuk di antara persenjataan,” ujar Ahlgren yang menolak memberikan rincian lebih lanjut karena penyelidikan masih berlangsung.

Baca juga: Elon Musk Mungkin Akan Tagih Pengguna Twitter Rp312.000 Tiap Bulan

“Rute perdagangan senjata dari Ukraina ke Finlandia telah disiapkan,” papar penyelidik.

“Tiga geng motor terbesar di dunia yang merupakan bagian dari organisasi internasional yang lebih besar, aktif di Finlandia. Salah satunya adalah Bandidos MC, yang memiliki unit di setiap kota besar Ukraina,” papar dia.

“Organisasi kriminal memiliki jaringan mereka di pelabuhan komersial Finlandia,” ujar Ahlgren menambahkan bahwa pemeriksaan keamanan yang wajib bagi staf bandara tidak berlaku untuk pekerja pelabuhan.

Baca juga: Korban Jembatan Gantung Runtuh Bertambah, Lebih dari 140 Orang Tewas

Menurut dia, Finlandia bukan satu-satunya negara Uni Eropa (UE) dengan masalah seperti itu karena senjata yang dikirim ke Ukraina juga ditemukan di Swedia, Denmark, dan Belanda.

“Ukraina telah menerima sejumlah besar senjata dan itu bagus, tapi kita akan berurusan dengan senjata ini selama beberapa dekade dan membayar harganya di sini,” ungkap Ahlgren.

Pada awal Mei, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menekankan perlunya akuntabilitas untuk senjata Amerika yang dipasok ke Ukraina.

Saat itu, Austin mengatakan dia telah membahas masalah ini dengan pihak berwenang Kiev yang memberikan jaminan pertanggungjawaban.

Pada Juni, badan penegak hukum Uni Eropa Europol memperingatkan konflik Ukraina dapat menyebabkan lonjakan senjata dan amunisi yang diselundupkan ke dalam blok tersebut.

Sekitar waktu yang sama, penyelidikan RT Rusia mengungkapkan berbagai senjata yang dipasok ke Kiev oleh Barat dijual di dark net atau jaringan pasar gelap.

Moskow telah lama mengkritik pengiriman senjata ke Kiev oleh AS, Uni Eropa, Inggris dan beberapa negara lain, dengan alasan mereka hanya memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO.

Peringatan Rusia itu tak pernah dipedulikan NATO dan negara-negara Barat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved