Rusia Ungkap Data Penting Terbaru dalam Mobilisasi Tentara Cadangan

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 08:15 WIB
loading...
Rusia Ungkap Data Penting...
Tentara Rusia berada dalam misi tempur di Ukraina. Foto/TASS
A A A
MOSKOW - Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergey Shoigu menyatakan mobilisasi parsial telah selesai, dengan 300.000 cadangan dikerahkan sesuai rencana.

Shoigu melaporkan hal itu kepada Presiden Vladimir Putin pada Jumat (28/10/2022). Draf itu diumumkan pada September di tengah operasi militer Moskow yang sedang berlangsung di Ukraina.

"Pengiriman warga wajib militer untuk mobilisasi selesai hari ini," ungkap Shoigu kepada Putin.

Baca juga: Snowden: Zuckerberg akan Memiliki Bola Mata Anda!

Dia menambahkan, “Pemberitahuan warga telah dihentikan. Tugas yang Anda tetapkan, 300.000 orang, telah terpenuhi.”

“Tidak ada tugas tambahan yang direncanakan. Komisariat militer dalam rangka operasi militer khusus akan terus menambah pasukan hanya dengan menerima sukarelawan dan calon dinas militer di bawah kontrak,” papar dia.

“13.000 warga, tanpa menunggu panggilan, menyatakan keinginan memenuhi tugas mereka dan dikirim bergabung dengan pasukan sebagai sukarelawan,” tambah Menhan Rusia.

Baca juga: Suami Ketua DPR AS Pelosi Diserang dengan Palu, Pelaku Didakwa Upaya Pembunuhan

Shoigu mencatat lebih dari 1.300 perwakilan otoritas eksekutif di berbagai tingkatan, serta lebih dari 27.000 pengusaha, direkrut menjadi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.

Menurut menteri pertahanan, 82.000 tentara yang dimobilisasi dikirim ke zona konflik. 218.000 wajib militer lainnya sedang bersiap-siap untuk tugas tempur di pusat-pusat pelatihan dan di tempat-tempat pelatihan.

“Usia rata-rata para tentara cadangan yang dipanggil sebagai bagian dari mobilisasi adalah 35 tahun,” ungkap dua.

Shoigu juga mengakui masalah dengan peralatan untuk wajib militer, namun hanya dialami pada tahap awal dan telah diselesaikan.

Putin, pada gilirannya, mencatat kesulitan tidak dapat dihindari, karena mobilisasi tidak terjadi untuk waktu yang lama.

Mobilisasi parsial di Rusia diumumkan pada 21 September. Dalam bagian yang diungkapkan dari dekrit presiden, tidak ada data tentang berapa banyak orang yang direncanakan untuk direkrut.

Shoigu saat itu mengatakan 300.000 akan menjalani wajib militer. Mobilisasi parsial secara resmi akan berakhir hanya ketika Putin menandatangani dekrit yang relevan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved