Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Selasa, 07 Juli 2020 - 02:35 WIB
loading...
Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia mengatakan bahwa rencana untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid menjadi ancaman bagi agama Kristen. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, menolak rencana Turki untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Dia mengatakan bahwa rencana untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid menjadi ancaman bagi agama Kristen.
"Ancaman terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi semua peradaban Kristen, yang berarti (ancaman terhadap) spiritualitas dan sejarah kita," kata Patriark Kirill dalam sebuah pernyataan.
( Baca juga: Gereja Orthodoks Rusia Tak Terima Jika Hagia Sophia Jadi Masjid )
"Apa yang bisa terjadi pada Hagia Sophia akan menyebabkan rasa sakit yang dalam di antara orang-orang Rusia," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (7/7/2020).
Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa pihaknya berharap pihak berwenang Turki akan mempertimbangkan status Hagia Sophia sebagai Situs Warisan Dunia.
"Ini adalah mahakarya tercinta dunia bagi para wisatawan dari semua negara yang mengunjungi Turki, termasuk bagi para wisatawan dari Rusia, yang bagi mereka Hagia Sophia, selain dari nilai pariwisatanya, memiliki nilai spiritual keramat yang sangat dalam," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
( Baca juga: Senang Menelusuri Jejak Sejarah, Turki Menjadi Tempat Tujuannya)
Presiden Turki, Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan bahwa kritikan atas rencana perubahan status Hagia Shopia adalah serangan terhadap kedaualatan Turki.
Banyak orang Turki berpendapat bahwa status masjid akan lebih mencerminkan identitas Turki sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim dan jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Turki mendukung perubahan status itu.
"Ancaman terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi semua peradaban Kristen, yang berarti (ancaman terhadap) spiritualitas dan sejarah kita," kata Patriark Kirill dalam sebuah pernyataan.
( Baca juga: Gereja Orthodoks Rusia Tak Terima Jika Hagia Sophia Jadi Masjid )
"Apa yang bisa terjadi pada Hagia Sophia akan menyebabkan rasa sakit yang dalam di antara orang-orang Rusia," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (7/7/2020).
Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa pihaknya berharap pihak berwenang Turki akan mempertimbangkan status Hagia Sophia sebagai Situs Warisan Dunia.
"Ini adalah mahakarya tercinta dunia bagi para wisatawan dari semua negara yang mengunjungi Turki, termasuk bagi para wisatawan dari Rusia, yang bagi mereka Hagia Sophia, selain dari nilai pariwisatanya, memiliki nilai spiritual keramat yang sangat dalam," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
( Baca juga: Senang Menelusuri Jejak Sejarah, Turki Menjadi Tempat Tujuannya)
Presiden Turki, Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan bahwa kritikan atas rencana perubahan status Hagia Shopia adalah serangan terhadap kedaualatan Turki.
Banyak orang Turki berpendapat bahwa status masjid akan lebih mencerminkan identitas Turki sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim dan jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Turki mendukung perubahan status itu.
(esn)
Lihat Juga :