Banyak Murid Jadi Korban Kekerasan Aparat, Guru di Iran Mogok Mengajar
Minggu, 23 Oktober 2022 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
“Para penguasa harus tahu bahwa guru Iran tidak mentolerir kekejaman dan tirani ini, dan menyatakan bahwa kami untuk rakyat. Peluru dan amunisi yang Anda tembakkan pada orang-orang ini menargetkan hidup dan jiwa kita,” tambah pernyataan itu.
Baca: Demonstrasi Terus Berlanjut di Iran, Korban Tewas Jadi 244 Orang
Serikat pekerja berjanji untuk melanjutkan protes sampai hak rakyat untuk protes diakui, semua murid dibebaskan tanpa syarat dan kembali ke sekolah, dan sistem berhenti membunuh orang dan berhenti menjawab tuntutan rakyat yang sah dengan peluru.
Sementara ratusan warga Iran dilaporkan turun ke jalan Zahedan, ibu kota provinsi Sistan-Baluchistan. Massa meneriakkan “Matilah diktator Khamenei” dan “Persatuan, persatuan.”
Slogan-slogan itu menggemakan slogan-slogan yang diteriakkan dalam protes nasional atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita Iran asal Kurdi yang meninggal dalam tahanan pada 16 September. Amini, 22, telah ditangkap di Teheran oleh polisi moral karena dugaan pelanggaran kode pakaian ketat Iran untuk wanita.
Baca: Demonstrasi Terus Berlanjut di Iran, Korban Tewas Jadi 244 Orang
Serikat pekerja berjanji untuk melanjutkan protes sampai hak rakyat untuk protes diakui, semua murid dibebaskan tanpa syarat dan kembali ke sekolah, dan sistem berhenti membunuh orang dan berhenti menjawab tuntutan rakyat yang sah dengan peluru.
Sementara ratusan warga Iran dilaporkan turun ke jalan Zahedan, ibu kota provinsi Sistan-Baluchistan. Massa meneriakkan “Matilah diktator Khamenei” dan “Persatuan, persatuan.”
Slogan-slogan itu menggemakan slogan-slogan yang diteriakkan dalam protes nasional atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita Iran asal Kurdi yang meninggal dalam tahanan pada 16 September. Amini, 22, telah ditangkap di Teheran oleh polisi moral karena dugaan pelanggaran kode pakaian ketat Iran untuk wanita.
Lihat Juga :