Vladimir Putin Dilaporkan Batal Ledakkan Nuklir karena Takut dengan Respons Barat

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 04:04 WIB
loading...
A A A
“Dia mencaplok wilayah-wilayah ini untuk mempersiapkan pembenaran doktrinal untuk serangan nuklir. Karena, doktrin militer Rusia mengatur penggunaan senjata nuklir hanya untuk tujuan perlindungan wilayah Rusia.

"Rusia sekarang menganggap empat wilayah yang disebutkan dan Crimea sebagai [milik] Rusia, bahkan jika seluruh dunia tidak setuju dengan ini."

Ada juga klaim bahwa Putin telah menekan tombol dan memerintahkan dua uji coba rudal nuklir--tetapi itu tidak terjadi.

Valery Solovey, mantan profesor di Institut Hubungan Internasional [MGIMO] yang bergengsi di Moskow, sebuah sekolah pelatihan untuk mata-mata dan diplomat mengatakan: “Keputusan [Putin] tentang penggunaan senjata nuklir taktis [dalam konflik Ukraina] akan tidak diragukan lagi menghadapi perlawanan."

“Saya tidak tahu seberapa efektif perlawanan itu, tetapi saya akan menunjukkan [bahwa] uji coba nuklir seharusnya diadakan selama dua minggu terakhir, satu di Laut Barents, di bawah air, dan yang kedua di bawah tanah, di wilayah Arkhangelsk," paparnya.

Pemerintah Rusia belum berkomentar terkait laporan bahwa Putin mempersiapkan uji coba senjata nuklir namun telah dibatalkan. Namun, Kremlin berulang kali menegaskan bahwa Rusia tidak memerlukan senjata nuklir dalam operasi militernya di Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved