Dua Kapal Induknya Diancam Rudal Pembunuh China, Ini Respons AS

Senin, 06 Juli 2020 - 15:26 WIB
loading...
Dua Kapal Induknya Diancam...
Kapal induk Amerika Serikat, USS Ronald Reagan. Foto/REUTERS/Yuyang Wang
A A A
WASHINGTON - Dua kapal induk Amerika Serikat (AS) yang melakukan latihan militer di Laut China Selatan diancam oleh rudal pembunuh kapal induk DF-21D dan DF-26 Beijing. Angkatan Laut Washington telah merespons ancaman tersebut.

Ancaman itu disuarakan oleh media pemerintah China, The Global Times. "China memiliki banyak pilihan senjata anti-kapal induk pembawa pesawat terbang seperti rudal pembunuh kapal induk DF-21D dan DF-26," tulis media tersebut dalam tweet-nya.

Tweet ancaman itu disertai dengan gambar-gambar dari rudal DF-21D dan DF-26 serta sebuah senjata yangditembakkan dari kapal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. (Baca: Dua Kapal Induk AS di Laut China Selatan Target Empuk Rudal China )

Sayap informasi Angkatan Laut AS menanggapi tweet ancaman itudengan mengatakan bahwa kapal-kapal Amerika di Laut China Selatan tidak terintimidasi.

"Namun, begitulah. Dua kapal induk @USNavy yang beroperasi di perairan internasional Laut China Selatan. #USSNimitz dan #USSRonaldReagan tidak terintimidasi #AtasDiskresiKami," tulis Navy Chief of Information via akun @chinfo, yang dikutip Business Insider, Senin (6/7/2020).

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa dua kapal induk; USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, beralih ke laut China Selatan untuk operasi guna memperkuat komitmen AS terhadap kebebasan navigasi di perairan internasional.

Angkatan Laut Amerika di situs webnya mengatakan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Ronald Reagan adalah satu-satunya kelompok tempur yang dikerahkan di garis depan dan salah satu simbol tekad Amerika yang paling terlihat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved