Australia Batal Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Zionis Kesal
Selasa, 18 Oktober 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Wong, status Yerusalem harus diputuskan melalui pembicaraan damai antara Israel dan Palestina, dan bukan melalui keputusan sepihak.
“Kami tidak akan mendukung pendekatan yang merusak solusi dua negara," kata Wong."Kedutaan Besar Australia selalu, dan tetap, di Tel Aviv.”
Pada tahun 2018 sebuah pemerintahan konservatif yang dipimpin oleh Scott Morrison mengikuti jejak presiden AS Donald Trump dalam mengakui secara sepihak status Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel.
Langkah itu menyebabkan reaksi domestik di Australia dan menyebabkan gesekan dengan negara tetangga; Indonesia—negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia—yang untuk sementara menggagalkan kesepakatan perdagangan bebas.
Yerusalem diklaim oleh Israel dan Palestina, dan sebagian besar pemerintah asing menghindari secara resmi menyatakannya sebagai ibu kota negara mana pun.
“Kami tidak akan mendukung pendekatan yang merusak solusi dua negara," kata Wong."Kedutaan Besar Australia selalu, dan tetap, di Tel Aviv.”
Pada tahun 2018 sebuah pemerintahan konservatif yang dipimpin oleh Scott Morrison mengikuti jejak presiden AS Donald Trump dalam mengakui secara sepihak status Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel.
Langkah itu menyebabkan reaksi domestik di Australia dan menyebabkan gesekan dengan negara tetangga; Indonesia—negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia—yang untuk sementara menggagalkan kesepakatan perdagangan bebas.
Yerusalem diklaim oleh Israel dan Palestina, dan sebagian besar pemerintah asing menghindari secara resmi menyatakannya sebagai ibu kota negara mana pun.
(min)
Lihat Juga :