Hubungannya dengan Trump Renggang, Kanye West Gebrak Perpolitikan AS
Senin, 06 Juli 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketika West akan maju dari kandidat independen, kesempatan itu masih terbuka lebar. Pasalnya, penambahan kandidat presiden dari kubu independen belum dilakukan di banyak negara bagian.
Selain itu, West bisa mengikuti tradisi pencalonan melalui jalur independen atau kampanye pihak ketiga untuk melawan kandidat presiden Partai Republik dan Partai Demokrat. Pada 1992, Ross Perot, miliarder eksentrik Texas, pernah meraih 19% suara. Pada 2000, Ralph Nader dari Partai Hijau mampu meraih kurang dari 3% suara dan disalahkan karena menjadi penyebab kekalahan Al Gore dari Partai Demokrat.
West dan istrinya pernah bertemu Trump di Gedung Putih pada 2018 lalu. Publik pun akhirnya mengenal mereka sebagai pendukung Trump karena West mengenakan topi merah bertuliskan “Make America Great Again”. Mereka berbicara mengenai reformasi penjara. Mereka juga berbicara mengenai diagnosis tentang penyakit bipolar yang ditandatangani dengan kurang tidur.
Pada kesempatan itu, West mengungkapkan Trump mampu membuatnya seperti Superman, dan keduanya berpelukan. “Saya suka pria ini (Trump) di sini (Gedung Putih),” kata West dilansir The Guardian. Ketika ditanya apakah West bisa menjadi kandidat presiden di masa depan, Trump menjawab: “sangat mungkin“.
West pun langsung memberikan tanggapan. “Hanya setelah 2024. Ayo berhenti khawatir dengan masa depan. Kita semua memiliki hari ini. Ya, kita memiliki hari ini,” ungkap West.
Pada Video Vanguard Award MTV VMAs 2015, West pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi presiden AS pada 2020. Harapan itu juga pernah diungkapkan berulang kali oleh suami Kim Kardashian ini dalam sejumlah acara. "Ini bukan tentang saya. Ini tentang ide-ide baru, ide orang-orang yang percaya pada kebenaran. Anda mungkin sudah bisa menebak saya telah memutuskan akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020,” kata West kala itu. (Baca juga: Indonesia-Nigeria Perkuat Kerjasama Militer)
Selain itu, West bisa mengikuti tradisi pencalonan melalui jalur independen atau kampanye pihak ketiga untuk melawan kandidat presiden Partai Republik dan Partai Demokrat. Pada 1992, Ross Perot, miliarder eksentrik Texas, pernah meraih 19% suara. Pada 2000, Ralph Nader dari Partai Hijau mampu meraih kurang dari 3% suara dan disalahkan karena menjadi penyebab kekalahan Al Gore dari Partai Demokrat.
West dan istrinya pernah bertemu Trump di Gedung Putih pada 2018 lalu. Publik pun akhirnya mengenal mereka sebagai pendukung Trump karena West mengenakan topi merah bertuliskan “Make America Great Again”. Mereka berbicara mengenai reformasi penjara. Mereka juga berbicara mengenai diagnosis tentang penyakit bipolar yang ditandatangani dengan kurang tidur.
Pada kesempatan itu, West mengungkapkan Trump mampu membuatnya seperti Superman, dan keduanya berpelukan. “Saya suka pria ini (Trump) di sini (Gedung Putih),” kata West dilansir The Guardian. Ketika ditanya apakah West bisa menjadi kandidat presiden di masa depan, Trump menjawab: “sangat mungkin“.
West pun langsung memberikan tanggapan. “Hanya setelah 2024. Ayo berhenti khawatir dengan masa depan. Kita semua memiliki hari ini. Ya, kita memiliki hari ini,” ungkap West.
Pada Video Vanguard Award MTV VMAs 2015, West pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi presiden AS pada 2020. Harapan itu juga pernah diungkapkan berulang kali oleh suami Kim Kardashian ini dalam sejumlah acara. "Ini bukan tentang saya. Ini tentang ide-ide baru, ide orang-orang yang percaya pada kebenaran. Anda mungkin sudah bisa menebak saya telah memutuskan akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020,” kata West kala itu. (Baca juga: Indonesia-Nigeria Perkuat Kerjasama Militer)
Lihat Juga :