Lukashenko Peringatkan Bahayanya Nuklir Putin, Bisa Sebabkan Kiamat

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 07:35 WIB
loading...
Lukashenko Peringatkan...
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko peringatkan bahayanya senjata nuklir Rusia di bawah komando Presiden Vladimir Putin yang bisa memicu kiamat Bumi. Foto/REUTERS
A A A
MINSK - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memperingatkan bahayanya dari senjata nuklir Rusia di bawah komando Presiden Vladimir Putin .

Menurutnya, jika senjata itu digunakan di Ukraina maka akan menjadi akhir dari planet Bumi atau kiamat. Sebab, efeknya tak hanya diderita Ukraina tapi juga ada reaksi berantai.

Dia yakin Putin tidak akan menggunakan senjata berbahaya itu kecuali Rusia benar-benar tersudut.

Menurutnya, ancaman perang nuklir hanyalah motivator politik. Namun, jika itu terjadi, kehancuran akan terjadi dan tidak hanya di Ukraina.

"Ini akan menjadi akhir dari planet kita," kata Lukashenko.

Baca juga: John Bolton Sebut AS Dapat Bunuh Vladimir Putin Jika Rusia Gunakan Nuklir

"Jika senjata nuklir digunakan bahkan oleh satu negara, itu akan menyebabkan reaksi berantai. Rusia memahami ini dengan baik," paparnya dalam wawancaranya dengan NBC News, Jumat.

"Dan tidak ada seorang pun, saya ingin menggarisbawahi ini, saya tahu pasti dari Presiden Putin sendiri, tidak ada yang menetapkan tujuan untuk menggunakan senjata nuklir," imbuh Lukashenko yang selama ini dikenal sebagai sekutu Putin.

Ketika Ukraina memperkuat pertahanannya dan serangan baliknya terus merusak pasukan Rusia, retorika Putin semakin agresif, di mana presiden Rusia itu secara eksplisit mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk melindungi wilayah-wilayah yang baru saja dicaplok.

Lukashenko mengatakan bahwa jika garis merah tertentu dilanggar di Ukraina, Putin dapat melanjutkan serangannya terhadap negara itu dengan cara yang lebih buruk daripada yang sudah dia lakukan.

Lukashenko merujuk serangan rudal Putin terhadap infrastruktur Ukraina yang menewaskan warga sipil, menghancurkan jembatan, gedung, dan pembangkit listrik, dan mengatakan jika Putin tersudut, lebih banyak serangan serupa bisa terjadi.

Menurutnya, Rusia memiliki senjata paling modern dan tidak membutuhkan senjata nuklir untuk memenangkan perang.

Namun, Michael Kimmage, profesor dan ketua departemen sejarah Universitas Katolik Amerika, mengatakan kepada Newsweek bahwa Lukashenko adalah sekutu Kremlin, dan pesannya mungkin hanya untuk mengintimidasi.

Kimmage mengatakan pesan itu juga bisa menjadi tanggapan terhadap deklarasi Presiden Joe Biden tentang bagaimana Amerika Serikat akan campur tangan jika diperlukan dan pengumuman Uni Eropa (UE) bahwa mereka akan mendukung serangan langsung terhadap militer Rusia jika perang nuklir diluncurkan.

"Ini bukan kecelakaan," kata Kimmage tentang pesan Lukashenko. "Ini dalam koordinasi yang erat dengan Kremlin."

Kimmage mengatakan pesan itu memiliki dua tujuan: untuk memicu reaksi emosional karena tidak ada lagi yang berhasil dalam perang Rusia melawan Ukraina, dan untuk digunakan terutama untuk konsumsi domestik di Rusia.

"'Kami tangguh, kami tidak mundur, kami memiliki senjata,' mereka mengirim pesan kepada diri mereka sendiri," imbuhnya, yang dilansir Sabtu (15/10/2022).

Namun, Kimmage mengatakan kepada Newsweek bahwa Lukashenko mungkin tidak salah. Jika perang nuklir terjadi kemudian, itu dapat menyebabkan eskalasi serius dari AS.

"Sulit membayangkan Rusia tidak akan menanggapi dengan eskalasi mereka sendiri," kata Kimmage, yang menambahkan bahwa siklus perang bolak-balik jauh lebih menakutkan daripada Krisis Rudal Kuba.

Kimmage mengatakan satu-satunya taktik Rusia mungkin menunggu musim dingin, melihat kerusakan ekonomi Eropa dan melihat apakah dukungan Ukraina dari negara-negara sekutu melemah.

Sementara itu, Lukashenko pada hari Jumat mendesak partai-partai politik untuk menemukan solusi damai untuk perang, menggembar-gemborkan manfaatnya bagi semua negara, termasuk AS.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved