Mayoritas Rakyat Polandia Inginkan Bom Nuklir AS, Merasa Terancam Rusia

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:11 WIB
loading...
Mayoritas Rakyat Polandia...
Mayoritas penduduk Polandia menginginkan negara itu dibekali senjata nuklir Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WARSAWA - Sebuah survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Polandia menginginkan negara itu memiliki bom nuklir Amerika Serikat (AS) untuk melawan ancaman dari Rusia .

Presiden Polandia Andrzej Duda sebelumnya mengeklaim sudah mengangkat masalah ini dengan Washington.

Menurut survei IBRiS yang dirilis Rabu (12/10/2022)—yang ditugaskan oleh surat kabar Rzeczpospolita—sebanyak 54,1 persen responden percaya bahwa Polandia harus berpartisipasi dalam program “Berbagi Nuklir” NATO.

Program itu memungkinkan Washington untuk menempatkan persenjataan nuklirnya di negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir mereka sendiri.

Baca juga: Prancis Tak Akan Balas dengan Senjata Nuklir Jika Rusia Menggunakannya di Ukraina

Sebanyak 29,5 persen responden menentang, sementara yang lain menahan diri untuk menjawab.

“Masalah utamanya adalah kami tidak memiliki senjata nuklir,” kata Presiden Duda dalam wawancara dengan Gazeta Polska.

"Tidak ada indikasi bahwa kami, sebagai Polandia, akan memilikinya di tangan kami dalam waktu dekat," ujarnya.

Dia melanjutkan dengan berekspektasi bahwa selalu ada potensi untuk berpartisipasi dalam program "Berbagi Nuklir" NATO, dan mengeklaim bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Amerika tentang apakah AS sedang mempertimbangkan kemungkinan seperti itu. “Masalahnya tetap terbuka,” kata Duda.

AS, bagaimanapun, telah bersikeras bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memindahkan senjata nuklir ke anggota NATO di Eropa Timur atau negara mana pun yang bergabung dengan blok itu setelah 1997.

Menanggapi pernyataan Duda, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan kepada wartawan bahwa AS mempertimbangkan Polandia adalah “sekutu penting NATO di kawasan” tetapi mengeklaim bahwa dia bahkan tidak mengetahui masalah yang diangkat dalam pembicaraan antara Washington dan Warsawa.

Di bawah skema tersebut, nuklir AS saat ini dikerahkan di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Türki. Namun, negara-negara itu hanya berfungsi sebagai tuan rumah, sementara kepemilikan tetap berada di tangan Washington.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow siap untuk "menggunakan segala cara" untuk mempertahankan diri jika integritas teritorialnya terancam.

Kata-kata Putin, bagaimanapun, ditafsirkan oleh beberapa orang di Barat sebagai "ancaman terselubung" untuk menggunakan senjata nuklir dalam konflik di Ukraina.

Moskow bersikeras bahwa itu tidak mengancam siapa pun dan menegaskan kembali bahwa di bawah doktrin militer Rusia, senjata nuklir hanya dapat digunakan jika senjata tersebut atau senjata pemusnah massal lainnya digunakan untuk melawan negara, atau Rusia menghadapi ancaman eksistensial dari senjata konvensional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved