Gazprom: NATO Pernah Kehilangan Drone di Bawah Pipa Nord Stream
Kamis, 13 Oktober 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Saat itu, blok pimpinan Amerika Serikat (AS) mengatakan telah kehilangan perangkat selama latihan militer,” ungkap juru bicara Gazprom itu.
Baca juga: Kini Giliran Jaringan Pipa Minyak Rusia ke Jerman yang Bocor
Drone buatan Jerman membawa hulu ledak 1,4 kg, yang dimaksudkan untuk menghancurkan amunisi dan ranjau yang tidak meledak, menurut data yang tersedia untuk umum.
“Itu latihan NATO untuk Anda, ketika alat peledak tingkat militer berakhir tepat di bawah pipa kami,” ungkap Kupriyanov.
Pernyataan itu muncul setelah serangan sabotase yang nyata pada sistem pipa Nord Stream. Pipa Nord Stream 1 dan 2 keduanya tiba-tiba kehilangan tekanan pada 26 September, menyusul serangkaian ledakan bawah laut yang kuat di pulau Bornholm, Denmark.
Pecahnya pipa menyebabkan kebocoran gas besar-besaran ke laut terbuka dan membuat pipa tidak bisa dioperasikan.
Baca juga: Kini Giliran Jaringan Pipa Minyak Rusia ke Jerman yang Bocor
Drone buatan Jerman membawa hulu ledak 1,4 kg, yang dimaksudkan untuk menghancurkan amunisi dan ranjau yang tidak meledak, menurut data yang tersedia untuk umum.
“Itu latihan NATO untuk Anda, ketika alat peledak tingkat militer berakhir tepat di bawah pipa kami,” ungkap Kupriyanov.
Pernyataan itu muncul setelah serangan sabotase yang nyata pada sistem pipa Nord Stream. Pipa Nord Stream 1 dan 2 keduanya tiba-tiba kehilangan tekanan pada 26 September, menyusul serangkaian ledakan bawah laut yang kuat di pulau Bornholm, Denmark.
Pecahnya pipa menyebabkan kebocoran gas besar-besaran ke laut terbuka dan membuat pipa tidak bisa dioperasikan.
Lihat Juga :