Mahathir Khawatir Najib Akan Bebas Jika Partai Tercemar Korupsi Menang Pemilu
Rabu, 12 Oktober 2022 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Raja Malaysia Tak Punya Pilihan Selain Setujui Pembubaran Parlemen
Najib dan Zahid sama-sama mengaku tidak bersalah, dengan mengatakan mereka adalah korban dendam politik. Mereka berdua diadili, bersama dengan para pemimpin partai lainnya, setelah UMNO kalah dalam pemilihan 2018 untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia karena para pemilih menghukum partai tersebut karena 1MDB dan skandal korupsi lainnya.
Setelah memimpin negara itu selama 22 tahun hingga tahun 2003, Mahathir keluar dari masa pensiunnya untuk membentuk koalisi untuk mengalahkan Najib, mantan anak didiknya. Tetapi aliansi itu runtuh pada tahun 2020, mengakhiri tugas kedua Mahathir sebagai perdana menteri dan memungkinkan UMNO untuk kembali ke dalam kekuasaan.
Mahathir mengatakan, dia akan mempertahankan kursi parlemennya dalam pemilihan, dan bahwa dia bersedia bekerja dengan siapa pun untuk mengalahkan UMNO.
UMNO berharap untuk memenangkan mandat yang cukup besar dalam pemilu mendatang untuk membentuk pemerintahan sendiri, tanpa mitra koalisi yang dimilikinya di bawah pemerintahan Ismail.
Najib dan Zahid sama-sama mengaku tidak bersalah, dengan mengatakan mereka adalah korban dendam politik. Mereka berdua diadili, bersama dengan para pemimpin partai lainnya, setelah UMNO kalah dalam pemilihan 2018 untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia karena para pemilih menghukum partai tersebut karena 1MDB dan skandal korupsi lainnya.
Setelah memimpin negara itu selama 22 tahun hingga tahun 2003, Mahathir keluar dari masa pensiunnya untuk membentuk koalisi untuk mengalahkan Najib, mantan anak didiknya. Tetapi aliansi itu runtuh pada tahun 2020, mengakhiri tugas kedua Mahathir sebagai perdana menteri dan memungkinkan UMNO untuk kembali ke dalam kekuasaan.
Mahathir mengatakan, dia akan mempertahankan kursi parlemennya dalam pemilihan, dan bahwa dia bersedia bekerja dengan siapa pun untuk mengalahkan UMNO.
UMNO berharap untuk memenangkan mandat yang cukup besar dalam pemilu mendatang untuk membentuk pemerintahan sendiri, tanpa mitra koalisi yang dimilikinya di bawah pemerintahan Ismail.
(esn)
Lihat Juga :