Lindungi Pengungsi Suriah, Angela Merkel Raih Penghargaan Nansen

Selasa, 04 Oktober 2022 - 23:21 WIB
loading...
Lindungi Pengungsi Suriah,...
Pengungsi Suriah berfoto dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di luar di distrik Spandau Berlin, Jerman, 10 September 2015. Foto/VOA
A A A
JENEWA - Mantan kanselir Jerman Angela Merkel meraih memenangkan penghargaan bergengsi, Nansen, dari badan pengungsi PBB UNHCR. Ia meraih penghargaan setelah menyediakan tempat berlindung bagi lebih dari 1,2 juta pengungsi dan pencari suaka yang melarikan diri dari kekerasan serta penganiayaan di Suriah.

Angela Merkel menyambut orang-orang yang putus asa di puncak konflik Suriah itu pada 2015 dan 2016, ketika negara-negara lain menolak mereka.

Dalam mengumumkan penghargaan tersebut, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengatakan Merkel menunjukkan keberanian moral dan politik yang besar dengan membantu lebih dari satu juta pengungsi bertahan dan membangun kembali kehidupan mereka.

Baca: Tenar Jadi Pelakor di Inggris, Pengungsi Cantik Ukraina Pulang ke Negaranya

Juru bicara UNHCR Matthew Saltmarsh mengatakan Merkel telah membantu menyoroti penderitaan para pengungsi secara global. Dia mengatakan Merkel telah menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika politisi bekerja untuk menemukan solusi untuk situasi yang menantang daripada mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain.

“Selain melindungi orang-orang yang terpaksa melarikan diri dari perang, penganiayaan dan pelanggaran hak asasi manusia, mantan kanselir adalah kekuatan pendorong di belakang upaya kolektif Jerman untuk menerima mereka dan membantu mereka berintegrasi ke rumah baru mereka melalui program pendidikan dan pelatihan, skema pekerjaan, dan integrasi pasar tenaga kerja," kata Saltmarsh seperti dikutip dari VOA, Selasa (4/10/2022).

Penghargaan ini diambil dari nama penjelajah dan kemanusiaan asal Norwegia Fridtjof Nansen. Penghargaan ini diberikan kepada individu, kelompok atau organisasi yang telah melindungi pengungsi melampaui dan di atas panggilan tugasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved