Indonesia Dorong UNESCO Prioritaskan Pendidikan dalam Hadapi Covid-19
Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Tata menegaskan bahwa pandemi Covid-19 menunjukan pentingnya kerja sama dan solidaritas internasional. Dalam kaitan ini, sebagai negara promotor kerja sama multilateral, Indonesia mendorong agar UNESCO sebagai organisasi multilateral berkontribusi secara konkrit pada upaya migitasi dan adaptasi Covid-19.
“UNESCO perlu mendorong langkah bersama dan memperkuat kerja sama multilateral melalui isu-isu yang menjadi tanggung jawabnya seperti pendidikan, sains, kebudayaan, akses dan penyebaran informasi dan komunikasi,” tutur Tata.
Selain itu, sebagai Wakil Presiden kelompok Asia-Pasifik, Tata juga berbicara atas nama kelompok Asia-Pasifik UNESCO. Kelompok Asia Pasifik UNESCO, merupakan kelompok regional terbesar ke-dua di UNESCO yang beranggotakan 44 negara.
Tata menyampaikan bahwa bagi negara-negara Asia-Pasifik, pandemi Covid-19 merupakan cobaan bagi kapasitas masyrakat internasional untuk mengambil langkah kolektif, untuk atas pandemi tersebut. Untuk itu Kelompok Asia Pasifik mendorong UNESCO dalam menggalang solidaritas dan kerja sama internasional untuk mencari solusi inovatif dan membangun ketahanan global dalam menghadapi Covid-19.
Sementara itu Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, dalam pernyataannya menyampaikan, Covid-19 berdampak pada seluruh sektor di bawah kewenangan UNESCO, seperti pendidikan, budaya, sains serta informasi dan komunikasi. Namun, ia menekankan bahwa pembelajaran paling penting adalah pada sektor pendidikan. Covid-19 mendorong percepatan future education di mana pendidikan adalah ‘global common goods’.
“UNESCO perlu mendorong langkah bersama dan memperkuat kerja sama multilateral melalui isu-isu yang menjadi tanggung jawabnya seperti pendidikan, sains, kebudayaan, akses dan penyebaran informasi dan komunikasi,” tutur Tata.
Selain itu, sebagai Wakil Presiden kelompok Asia-Pasifik, Tata juga berbicara atas nama kelompok Asia-Pasifik UNESCO. Kelompok Asia Pasifik UNESCO, merupakan kelompok regional terbesar ke-dua di UNESCO yang beranggotakan 44 negara.
Tata menyampaikan bahwa bagi negara-negara Asia-Pasifik, pandemi Covid-19 merupakan cobaan bagi kapasitas masyrakat internasional untuk mengambil langkah kolektif, untuk atas pandemi tersebut. Untuk itu Kelompok Asia Pasifik mendorong UNESCO dalam menggalang solidaritas dan kerja sama internasional untuk mencari solusi inovatif dan membangun ketahanan global dalam menghadapi Covid-19.
Sementara itu Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, dalam pernyataannya menyampaikan, Covid-19 berdampak pada seluruh sektor di bawah kewenangan UNESCO, seperti pendidikan, budaya, sains serta informasi dan komunikasi. Namun, ia menekankan bahwa pembelajaran paling penting adalah pada sektor pendidikan. Covid-19 mendorong percepatan future education di mana pendidikan adalah ‘global common goods’.
Lihat Juga :