Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Begini Reaksi Ambigu China
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Sejak Rusia pertama kali menginvasi Ukraina pada Februari, China mempertahankan sikap netral.
Pada hari Jumat, Max Bergmann, direktur Program Eropa untuk Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan kepada Newsweek bahwa sikap China terhadap konflik Rusia dan Ukraina mungkin salah satu kekecewaan besar bagi Moskow.
Bergmann mengutip hubungan "tanpa batas" yang telah disepakati Putin dan Presiden China Xi Jinping sebelum invasi Rusia, dengan mengatakan; "Ya, sepertinya ada banyak batasan dalam hubungan mereka."
"Reaksi China bukan untuk datang dan menyelamatkan Rusia, tidak melanggar sanksi AS dan Eropa," kata Bergmann.
"Saya pikir China, mereka sangat pragmatis, sangat dingin dan itulah mengapa negara-negara otokratis sering kali tidak menjadi sekutu yang baik karena mereka akan mengejar kepentingan mereka sendiri, dan apa yang mereka lihat di sini adalah Rusia gagal dan berpotensi gagal, dan mereka tidak ingin terlibat dalam hal itu," ujarnya.
Elizabeth Wishnick, yang menjabat sebagai asisten peneliti senior di organisasi nirlaba CNA, juga mengatakan kepada Newsweek bahwa pernyataan China baru-baru ini tentang wilayah yang dicaplok adalah "ambigu".
Pada hari Jumat, Max Bergmann, direktur Program Eropa untuk Pusat Studi Strategis dan Internasional, mengatakan kepada Newsweek bahwa sikap China terhadap konflik Rusia dan Ukraina mungkin salah satu kekecewaan besar bagi Moskow.
Bergmann mengutip hubungan "tanpa batas" yang telah disepakati Putin dan Presiden China Xi Jinping sebelum invasi Rusia, dengan mengatakan; "Ya, sepertinya ada banyak batasan dalam hubungan mereka."
"Reaksi China bukan untuk datang dan menyelamatkan Rusia, tidak melanggar sanksi AS dan Eropa," kata Bergmann.
"Saya pikir China, mereka sangat pragmatis, sangat dingin dan itulah mengapa negara-negara otokratis sering kali tidak menjadi sekutu yang baik karena mereka akan mengejar kepentingan mereka sendiri, dan apa yang mereka lihat di sini adalah Rusia gagal dan berpotensi gagal, dan mereka tidak ingin terlibat dalam hal itu," ujarnya.
Elizabeth Wishnick, yang menjabat sebagai asisten peneliti senior di organisasi nirlaba CNA, juga mengatakan kepada Newsweek bahwa pernyataan China baru-baru ini tentang wilayah yang dicaplok adalah "ambigu".
Lihat Juga :