Unjuk Kekuatan pada Rusia, AS Bersiap Kerahkan Kapal Induk Tercanggih

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 04:47 WIB
loading...
Unjuk Kekuatan pada...
Kapal induk tercanggih Angkatan Laut Amerika Serikat USS Gerald R Ford sedang dikerahkan untuk latihan dengan militer negara-negara NATO lainnya. Foto/US Navy
A A A
WASHINGTON - Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan dan masalah dengan teknologi barunya, kapal induk paling canggih Angkatan Laut Amerika Serikat (AS); USS Gerald R Ford, memulai penyebaran pertamanya minggu depan.

Pakar militer menilai langkah Amerika ini sebagai pamer kekuatan pada Rusia, yang perangnya di Ukraina semakin memanas.

Angkatan Laut Amerika mengatakan USS Gerald R Ford akan berlatih dengan militer negara-negara NATO lainnya. Kapal induk tersebut telah meninggalkan pangkalan Angkatan Laut terbesar di dunia di Norfolk, Virginia, hari Senin, bersama dengan kapal perusak dan kapal perang lainnya.

Baca juga: Eks Penasihat Gedung Putih: Rusia dan Barat Telah Perang Dunia III

Kelompok penyerang kapal induk USS Gerald R Ford akan bergabung dengan kapal-kapal di Samudra Atlantik dari beberapa negara yang mencakup Prancis, Jerman dan Swedia untuk berbagai latihan, termasuk latihan perang anti-kapal selam.

“Atlantik adalah wilayah kepentingan strategis,” kata Wakil Laksamana Daniel Dwyer, seorang petinggi Angkatan Laut AS, dalam sebuah pernyataan.

“Tujuan utama kami adalah untuk berkontribusi pada kawasan Atlantik yang damai, stabil, dan bebas konflik melalui kekuatan Angkatan Laut gabungan dari Sekutu dan mitra kami," ujarnya, seperti dikutip AP, Sabtu (1/10/2022).

Dwyer memimpin Armada ke-2 Angkatan Laut AS, yang mengawasi kapal perang Amerika saat mereka ditempatkan di antara Pantai Timur AS dan Laut Barents, di lepas pantai Norwegia dan Rusia.

AS telah mempertajam fokusnya di Atlantik Utara dalam beberapa tahun terakhir setelah militer Rusia meningkatkan operasi ke kecepatan yang tidak terlihat sejak akhir Perang Dingin.

Jadwal latihan perang kapal induk tercanggih AS itu berselang tujuh bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Negara-negara Barat, termasuk AS, telah menyediakan banyak senjata ke Ukraina, yang menyebabkan ketegangan dengan Kremlin.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan mengirim lebih banyak pasukan ke medan perang dan berpotensi menggunakan senjata nuklir untuk menangkal upaya Ukraina merebut kembali kendali atas wilayah yang diduduki Moskow.

Bradley Martin, seorang peneliti kebijakan senior di RAND Corporation, mengatakan kepada AP bahwa latihan minggu depan akan menunjukkan kemampuan militer Amerika dan dukungan untuk NATO.

Kekhawatiran tentang Rusia, kata dia, adalah bagian dari kalkulus misi yang lebih luas.

“Kami juga menunjukkan kepada Rusia bahwa ada serangkaian kekuatan yang harus mereka hadapi jika mereka melampaui Ukraina atau [invasi] meningkat di Ukraina dengan cara yang menurut kami tidak dapat diterima,” kata Martin, seorang pensiunan kapten Angkatan Laut.

Kapal induk Amerika, lanjut Martin, menunjukkan kemampuan unik AS untuk mengirim pesawat tempur ke seluruh dunia.

Terlepas dari masalah USS Gerald R Ford yang telah dipublikasikan, dia mengatakan itu masih merupakan bagian dari tampilan kekuatan militer negara yang lebih besar.

Kapal induk tersebut, yang senilai USD 13,3 miliar—paling mahal di Amerika—adalah yang pertama dari kapal induk kelas Ford baru Angkatan Laut.

Mereka dirancang untuk membawa lebih banyak jenis pesawat dan beroperasi dengan beberapa ratus pelaut yang lebih sedikit. Mereka menggunakan sistem elektromagnetik untuk meluncurkan pesawat, yang menggantikan ketapel uap dan seharusnya meningkatkan misi terbang hingga sepertiga.

Penempatan pertama USS Gerald R Ford datang lima tahun setelah diluncurkan. Kapal itu telah dilanda berbagai masalah, termasuk masalah dengan sistem peluncuran dan lift yang membawa rudal dan bom ke jet di dek penerbangan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved