Wilayah Ukraina Pilih Gabung Rusia, Medvedev: Selamat Datang!

Kamis, 29 September 2022 - 00:58 WIB
loading...
A A A
"Referendum sudah berakhir. Hasilnya jelas. Selamat datang di rumah, di Rusia!" kata sekutu Putin, Dmitry Medvedev, mantan presiden yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, di Telegram seperti dikutip dari Euronews, Kamis (29/9/2022).

Denis Pushilin, kepala separatis Republik Rakyat Donetsk yang didukung Rusia, mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah menandatangani perjanjian aneksasi yang akan diratifikasi oleh legislatif Rusia.

Dalam sebuah pernyataan yang tampaknya mengesampingkan negosiasi lebih lanjut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB melalui video dari Kiev bahwa upaya Moskow untuk mencaplok wilayah Ukraina akan berarti tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca: Putin Tegaskan Prioritas Utama Rusia dalam Referendum Donbass

Pemungutan suara yang diatur dengan tergesa-gesa telah berlangsung selama lima hari. Empat wilayah yang diduduki - beberapa sebagian di bawah kendali Rusia - membentuk sekitar 15% dari wilayah Ukraina.

Pejabat yang ditempatkan di Rusia mengambil kotak suara dari rumah ke rumah dalam apa yang dikatakan Ukraina dan Barat sebagai paksaan untuk menciptakan dalih hukum bagi Rusia guna mencaplok wilayah tersebut.

Outlet Ukraina menunjukkan bahwa angka populasi yang dikutip oleh otoritas Rusia tidak benar karena sekitar 80% dari penduduk pra-perang telah meninggalkan Ukraina sebagai pengungsi atau telah menjadi pengungsi internal di bagian lain negara itu.

Sisa penghitungan akhir diharapkan pada Selasa malam. Putin siap mengumumkan pencaplokan empat wilayah pada Jumat, ketika ia dijadwalkan untuk berpidato di parlemen Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Bela Iran, Kelompok...
Bela Iran, Kelompok Houthi Akan Tembak Kapal Israel yang Lintasi Laut Merah
Rekomendasi
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Berita Terkini
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved