Mayat Pendaki AS yang Hilang di Gunung Nepal Ditemukan

Rabu, 28 September 2022 - 23:04 WIB
loading...
Mayat Pendaki AS yang Hilang di Gunung Nepal Ditemukan
Hilaree Nelson dan suaminya Jim Morrison. Foto/CNN
A A A
KATHAMANDU - Menurut seorang pejabat di departemen pariwisata Nepal, Sachindra Kumar Yadav, mayat pendaki gunung asal Amerika Serikat (AS) Hilaree Nelson telah ditemukan pada Rabu (28/9/2022) dan dibawa ke laboratorium forensik di Kathmandu untuk diautopsi. Pendaki gunung terkenal itu meninggal dalam ekspedisi di Nepal.

Pendaki berusia 49 tahun, yang telah menikmati karir terkenal selama lebih dari dua dekade, dilaporkan hilang di bawah puncak Gunung Manaslu Nepal yang merupakan gunung tertinggi kedelapan di dunia.

Menurut The North Face, yang mensponsorinya, Nelson adalah ibu dari dua anak, dan pasangannya juga seorang pendaki gunung ski berpengalaman, Jim Morrison.

Dalam sebuah postingan Instagram hari ini, Morrison mengatakan bahwa dia dan Nelson sedang bermain ski turun dari puncak Manaslu untuk bergabung kembali dengan tim sherpa mereka ketika perempuan itu "memulai longsoran kecil."

Morrison menambahkan dia tersapu dari kakinya dan terbawa menuruni lereng salju yang sempit,dan dia menemukan mayatnya pada hari Rabu setelah dua hari mencarinya dengan helikopter.

Baca: Pendaki Gunung Terkenal Asal AS Hilang di Gunung Manaslu Nepal

“Saya melakukan semua yang saya bisa untuk menemukannya tetapi tidak dapat turun ke bawah karena saya berharap menemukannya hidup dan menjalani hidup saya bersamanya,” tulisnya, menyebut Nelson orang yang paling menginspirasi dalam hidup.

“Kehilangan saya tak terlukiskan dan saya fokus pada anak-anaknya dan langkah mereka ke depan,” tambah Morrison, menggambarkan Nelson sebagai pasangan hidup, cinta, sahabat, dan teman naik gunungnya seperti dikutip dari CNN.

Pekan lalu, Nelson menulis postingan di Instagram tentang tantangan perjalanan beserta foto-foto ekspedisinya.

“Saya belum merasa yakin di Manaslu seperti yang saya rasakan pada petualangan sebelumnya ke atmosfer tipis Himalaya yang tinggi,” tulisnya, menyebutkan cuaca buruk yang melanda para pendaki dalam beberapa hari terakhir.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1826 seconds (11.97#12.26)