AS Peringatkan Moskow: Bencana bagi Rusia Jika Gunakan Senjata Nuklir!
Senin, 26 September 2022 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah mengadakan referendum di empat wilayah Ukraina timur dengan tujuan mencaplok wilayah yang telah diambil pasukan Rusia selama invasinya sejak Februari.
Ukraina dan sekutu Barat-nya menyebut referendum itu palsu yang dirancang untuk membenarkan eskalasi perang dan upaya mobilisasi tentara cadangan Rusia oleh Putin setelah kekalahan di medan perang baru-baru ini.
Dengan memasukkan wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia ke dalam Rusia, Moskow dapat menggambarkan serangan untuk merebutnya kembali sebagai serangan terhadap Rusia sendiri, sebuah peringatan bagi Ukraina dan sekutu Barat-nya.
Setelah mengalami kemunduran di medan perang, Putin memobilisasi 300.000 tentara cadangan dan juga mengancam akan menggunakan "semua cara yang tersedia" untuk melindungi Rusia. Ancaman "penggunaan semua cara" itu ditafsirkan Barat termasuk penggunaan senjata nuklir.
"Ini bukan gertakan," kata Presiden Putin dalam pidatonya pekan lalu.
Sullivan mengatakan pada hari Minggu: "Putin tetap berniat... untuk memusnahkan orang-orang Ukraina yang dia yakini tidak memiliki hak untuk hidup. Jadi dia akan terus datang dan kita harus terus datang dengan senjata, amunisi, intelijen, dan semua dukungan yang dapat kami berikan."
Ukraina dan sekutu Barat-nya menyebut referendum itu palsu yang dirancang untuk membenarkan eskalasi perang dan upaya mobilisasi tentara cadangan Rusia oleh Putin setelah kekalahan di medan perang baru-baru ini.
Dengan memasukkan wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia ke dalam Rusia, Moskow dapat menggambarkan serangan untuk merebutnya kembali sebagai serangan terhadap Rusia sendiri, sebuah peringatan bagi Ukraina dan sekutu Barat-nya.
Setelah mengalami kemunduran di medan perang, Putin memobilisasi 300.000 tentara cadangan dan juga mengancam akan menggunakan "semua cara yang tersedia" untuk melindungi Rusia. Ancaman "penggunaan semua cara" itu ditafsirkan Barat termasuk penggunaan senjata nuklir.
"Ini bukan gertakan," kata Presiden Putin dalam pidatonya pekan lalu.
Sullivan mengatakan pada hari Minggu: "Putin tetap berniat... untuk memusnahkan orang-orang Ukraina yang dia yakini tidak memiliki hak untuk hidup. Jadi dia akan terus datang dan kita harus terus datang dengan senjata, amunisi, intelijen, dan semua dukungan yang dapat kami berikan."
(min)
Lihat Juga :