Slogan ‘Bebaskan Hong Kong, Revolusi Zaman Kita’ Dilarang Pemerintah

Jum'at, 03 Juli 2020 - 16:01 WIB
loading...
Slogan ‘Bebaskan Hong...
Demonstran membawa kain dengan slogan Bebaskan Hong Kong di Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
HONG KONG - Slogan protes “Bebaskan Hong Kong, revolusi zaman kita” menunjukkan separatisme atau subversi yang menjadi kejahatan sesuai undang-undang (UU) keamanan nasional baru yang diterapkan China.

Peringatan itu diungkapkan pemerintah Hong Kong untuk gerakan protes yang terus terjadi di wilayah itu. Slogan itu sering dipasang di spanduk saat protes, dicetak di kaos dan pernak-pernik, serta ditulis di dinding-dinding kota.

Pernyataan pemerintah Hong Kong tentang slogan itu semakin memicu kekhawatiran tentang direnggutnya kebebasan di kota pusat keuangan global itu.

Kantor berita Xinhua menyatakan kader Partai Komunis Zheng Yanxiong, 57, akan memimpin kantor keamanan nasional baru yang dibentuk di Hong Kong sesuai UU tersebut. Nama Zheng populer seiring aksi kekerasan aparat terhadap demonstran sejak 2011.

Rekaman video yang bocor dari rapat internal pemerintah pada 2011 menunjukkan Zheng menyebut media asing “busuk”.

Sesuai UU keamanan, kantor baru di Hong Kong itu dapat mengambil langkah penegakan hukum melampaui hukum lokal dalam kasus sangat serius. UU itu memungkinkan para agen membawa para tersangka untuk diadili di pengadilan yang dikontrol China.

UU itu juga memberi perlakuan khusus pada para agen, termasuk otoritas lokal Hong Kong tidak boleh memeriksa kendaraan mereka. (Lihat Infografis: Duet Rafale-SU30 India Siap Mengguncang Ketegangan di Perbatasan)

“Slogan ‘Bebaskan Hong Kong, revolusi zaman kita’ sekarang berkonotasi ‘kemerdekaan Hong Kong’ atau pemisahan Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dari Republik Rakyat China, melanggar status hukum Hong Kong, atau subversive kekuasaan negara,” papar pernyataan pemerintah Hong Kong. (Lihat Video: Pelaku Begal Menangis di Kaki Ibu, Korban Ternyata Kakak Angkat)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Pantai Gading Temani Jerman ke 32 Besar
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved