Eks Jenderal Moskow: Rusia Mustahil Gunakan Senjata Nuklir, Kecuali NATO....

Sabtu, 24 September 2022 - 00:23 WIB
loading...
A A A
Reshetnikov mengatakan kepada Al Jazeera bahwa prospek Rusia menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina tidak mungkin dan tidak masuk akal secara militer saat ini.

Dia berpendapat bahwa langkah seperti itu akan menjadi penyimpangan tajam dari strategi menghindari risiko yang telah ditempuh Rusia di Ukraina sejauh ini, mencatat bahwa Kremlin menunggu hampir tujuh bulan sebelum menyatakan mobilisasi parsial.

Bagaimanapun, pasukan NATO yang terlibat langsung dalam konflik dapat mengubah perhitungan Moskow.

“Amerika Serikat dan hampir seluruh Eropa telah berpartisipasi dalam konflik ini dengan menyediakan senjata, intelijen, instruktur, dan sukarelawan kepada Ukraina,” kata Reshetnikov.

“Jika ini terus meningkat, maka itu menciptakan risiko perang global di mana senjata nuklir dapat digunakan.”

Bagi sebagian orang, pertikaian saat ini membawa kembali kenangan Perang Dingin, masa ketegangan global yang sangat tinggi ketika Uni Soviet dan Washington bersaing dalam perlombaan senjata untuk supremasi nuklir.

"Perang Dingin adalah omong kosong dibandingkan dengan situasi hari ini," ujarnya.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah kedua belah pihak mencoba untuk saling menekan, secara bertahap menuju kemungkinan konfrontasi langsung. Saya tidak berpikir kita akan melihat perang nuklir hari ini atau besok, tetapi sulit untuk mengatakan bagaimana eskalasi yang sedang berlangsung akan berkembang setahun dari sekarang," ujarnya.

Komentar kedua pensiunan jenderal itu muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumbar ancaman serangan nuklir secara eksplisit dalam pidatonya terkait perang Rusia di Ukraina.

"Barat telah terlibat dalam pemerasan nuklir terhadap kami," kata Putin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved