Demo soal Kematian Mahsa Amini Menyebar di 50 Kota Iran, Kantor Polisi Dibakar
Kamis, 22 September 2022 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Namun, demo kini menyebar ke ibu kota dan setidaknya 50 kota besar dan kecil di seluruh negeri, di mana polisi menggunakan kekuatan untuk membubarkan pengunjuk rasa.
Akun Twitter @1500tasvir, yang berfokus pada protes Iran dan memiliki sekitar 100.000 pengikut, mem-posting video demo di timur laut Iran di mana para pengunjuk rasa berteriak di depan kantor polisi yang dibakar; "Kami akan mati, kami akan mati tetapi kami akan mendapatkan Iran kembali".
Kantor polisi lain yang dibakar massa berada di Teheran saat kerusuhan menyebar dari Kurdistan, provinsi asal Amini.
Para pemimpin Iran khawatir situasi saat ini akan membangkitkan protes besar seperti demo 2019 terkait kenaikan harga bensin. Demo 2019 merupakan protes paling berdarah dalam sejarah Republik Islam Iran, yang menurut Reuters menewaskan sekitar 1.500 orang.
Menurut Reuters, para pengunjuk rasa kali ini juga menyatakan kemarahan pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. “Mojtaba, semoga Anda mati dan tidak menjadi Pemimpin Tertinggi,” teriak massa di Teheran, merujuk pada putra Khamenei, yang beberapa orang percaya dapat menggantikan ayahnya di puncak panggung politik Iran.
Laporan dari kelompok hak asasi manusia Kurdi, Hengaw, yang belum dapat diverifikasi, mengatakan tiga pengunjuk rasa dibunuh oleh pasukan keamanan pada hari Rabu, sehingga jumlah korban tewas hingga saat ini menjadi 10 orang.
Akun Twitter @1500tasvir, yang berfokus pada protes Iran dan memiliki sekitar 100.000 pengikut, mem-posting video demo di timur laut Iran di mana para pengunjuk rasa berteriak di depan kantor polisi yang dibakar; "Kami akan mati, kami akan mati tetapi kami akan mendapatkan Iran kembali".
Kantor polisi lain yang dibakar massa berada di Teheran saat kerusuhan menyebar dari Kurdistan, provinsi asal Amini.
Para pemimpin Iran khawatir situasi saat ini akan membangkitkan protes besar seperti demo 2019 terkait kenaikan harga bensin. Demo 2019 merupakan protes paling berdarah dalam sejarah Republik Islam Iran, yang menurut Reuters menewaskan sekitar 1.500 orang.
Menurut Reuters, para pengunjuk rasa kali ini juga menyatakan kemarahan pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. “Mojtaba, semoga Anda mati dan tidak menjadi Pemimpin Tertinggi,” teriak massa di Teheran, merujuk pada putra Khamenei, yang beberapa orang percaya dapat menggantikan ayahnya di puncak panggung politik Iran.
Laporan dari kelompok hak asasi manusia Kurdi, Hengaw, yang belum dapat diverifikasi, mengatakan tiga pengunjuk rasa dibunuh oleh pasukan keamanan pada hari Rabu, sehingga jumlah korban tewas hingga saat ini menjadi 10 orang.
Lihat Juga :