Insiden Ledakan dan Kebakaran di Situs Nuklir Natanz Iran Mencurigakan
Jum'at, 03 Juli 2020 - 02:46 WIB
loading...
A
A
A
"Republik Islam Iran sejauh ini telah berusaha untuk mencegah krisis intensif dan pembentukan kondisi dan situasi yang tidak dapat diprediksi," tulis kantor berita tersebut. "Tapi penyeberangan garis merah Republik Islam Iran oleh negara-negara yang bermusuhan, terutama rezim Zionis dan AS, berarti bahwa strategi...harus direvisi."
Kobaran api mulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat di sudut barat laut kompleks Natanz di provinsi Isfahan, Iran tengah. Itu merupakan data yang dikumpulkan oleh satelit Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS yang melacak kebakaran dari luar angkasa.
Gambar-gambar yang kemudian dirilis oleh media pemerintah Iran menunjukkan sebuah bangunan dua lantai dengan tanda hangus dan atapnya tampaknya hancur. Puing-puing di tanah dan pintu yang tampak hancur engselnya diduga akibat ledakan yang disertai kebakaran.
Fabian Hinz, seorang peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, mengatakan situs kebakaran sesuai dengan fasilitas produksi sentrifugal yang baru dibuka.
Hinz mengatakan dia mengandalkan gambar satelit dan program televisi pemerintah untuk fasilitas nuklir untuk menemukan bangunan yang terdampak, yang terletak di sudut barat laut Natanz. (Baca juga: Ledakan Dahsyat Guncang Iran, Diduga di Situs Nuklir Militer )
David Albright dari Institute for Science and International Security juga mengatakan kebakaran terjadi di fasilitas produksi. Institusinya sebelumnya menulis laporan tentang pabrik baru, dengan mengidentifikasi dari gambar satelit saat sedang dibangun dan kemudian dibangun.
Para pejabat nuklir Iran tidak menanggapi permintaan komentar tentang komentar para analis. Namun, kata Hinz, kerusakan pada fasilitas itu akan menjadi kemunduran besar."Kebakaran itu sangat, sangat mencurigakan," ujarnya.
Kobaran api mulai sekitar pukul 14.00 waktu setempat di sudut barat laut kompleks Natanz di provinsi Isfahan, Iran tengah. Itu merupakan data yang dikumpulkan oleh satelit Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS yang melacak kebakaran dari luar angkasa.
Gambar-gambar yang kemudian dirilis oleh media pemerintah Iran menunjukkan sebuah bangunan dua lantai dengan tanda hangus dan atapnya tampaknya hancur. Puing-puing di tanah dan pintu yang tampak hancur engselnya diduga akibat ledakan yang disertai kebakaran.
Fabian Hinz, seorang peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, mengatakan situs kebakaran sesuai dengan fasilitas produksi sentrifugal yang baru dibuka.
Hinz mengatakan dia mengandalkan gambar satelit dan program televisi pemerintah untuk fasilitas nuklir untuk menemukan bangunan yang terdampak, yang terletak di sudut barat laut Natanz. (Baca juga: Ledakan Dahsyat Guncang Iran, Diduga di Situs Nuklir Militer )
David Albright dari Institute for Science and International Security juga mengatakan kebakaran terjadi di fasilitas produksi. Institusinya sebelumnya menulis laporan tentang pabrik baru, dengan mengidentifikasi dari gambar satelit saat sedang dibangun dan kemudian dibangun.
Para pejabat nuklir Iran tidak menanggapi permintaan komentar tentang komentar para analis. Namun, kata Hinz, kerusakan pada fasilitas itu akan menjadi kemunduran besar."Kebakaran itu sangat, sangat mencurigakan," ujarnya.
Lihat Juga :