Insiden Ledakan dan Kebakaran di Situs Nuklir Natanz Iran Mencurigakan

Jum'at, 03 Juli 2020 - 02:46 WIB
loading...
A A A
"Itu akan menunda sedikit kemajuan teknologi sentrifugal di Natanz," kata Hinz. "Setelah Anda melakukan penelitian dan pengembangan, Anda tidak dapat membatalkan penelitian dan pengembangan itu. Menargetkan mereka akan sangat berguna untuk musuh-musuh Iran."

Natanz, juga dikenal sebagai Pilot Fuel Enrichment Plant, adalah salah satu situs yang sekarang dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) setelah perjanjian nuklir Iran tahun 2015 dengan kekuatan dunia. Kesepakatan itu membuat Iran setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

IAEA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mengetahui adanya laporan kebakaran tersebut. "Kami saat ini mengantisipasi tidak ada dampak pada kegiatan verifikasi perlindungan IAEA," kata badan yang berbasis di Wina itu, seperti dikutip ABC News.

Natanz menjadi titik nyala ketakutan Barat tentang program nuklir Iran pada 2002, ketika foto-foto satelit menunjukkan Iran membangun fasilitas bawah tanah di lokasi yang berjarak sekitar 200 kilometer (125 mil) selatan Teheran. Pada tahun 2003, IAEA mengunjungi Natanz, yang menurut Iran akan menampung sentrifugal untuk program nuklirnya, terkubur di bawah beton sepanjang 7,6 meter (25 kaki).

Natanz hari ini menjadi tuan rumah fasilitas pengayaan uranium utama negara itu. Di ruang bawah tanahnya yang panjang, sentrifugal memutar gas uranium hexafluoride dengan cepat untuk memperkaya uranium. Saat ini, IAEA mengatakan Iran memperkaya uranium hingga sekitar 4,5 persen murni—di atas ketentuan kesepakatan nuklir tetapi jauh di bawah level untuk pembuatan senjata, yakni level 90 persen. Pekerja di sana juga telah melakukan tes pada sentrifugal canggih.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved