Kasus Budak Seks Epstein, FBI Tangkap Ghislaine Maxwell

Jum'at, 03 Juli 2020 - 00:05 WIB
loading...
Kasus Budak Seks Epstein,...
Ghislaine Maxwell, sosialita Inggris yang juga mantan pasangan pebisnis Amerika Serikat; Jeffrey Epstein. Maxwell ditangkap FBI terkait kasus perbudakan seksual yang dilakukan Epstein. Foto/UNTV/Handout via REUTERS
A A A
WASHINGTON - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) menangkap Ghislaine Maxwell, sosialita Inggris yang juga mantan pasangan Jeffrey Epstein .

Maxwell ditangkap terkait kasus perbudakan seksual yang dilakukan Epstein. Epstein, pebisnis Amerika yang dekat dengan banyak tokoh dan politisi termasuk Presiden Donald Trump, tewas di sel penjaranya di AS pada Agustus 2019 ketika dia menjalani hukuman terkait kasus skandal perbudakan seksual.

Penangkapan terhadap Maxwell yang dijuluki media sebagai "madame Epstein" telah dikonfirmasi seorang juru bicara FBI yang dikutip NBC News, Kamis (2/7/2020).

"Dia ditangkap di pantai timur atas tuduhan terkait (kasus) Epstein dan diperkirakan akan muncul di pengadilan federal hari ini," tulis media Amerika tersebut. (Baca: Epstein, Pebisnis AS Pelaku Perbudakan Seks Bunuh Diri di Penjara )

Sosialita Inggris ini dikenai tuduhan sumpah palsu karena mengklaim di bawah sumpah bahwa dia tidak mengetahui siapa pun yang di bawah 18 tahun—selain seorang penggugat Epstein—yang berinteraksi dengannya di properti Epstein.

Maxwell tidak menonjolkan diri dan keberadaannya tidak diketahui sejak Epstein ditangkap Juli 2019 atas tuduhan melecehkan dan memperdagangkan perempuan dan gadis di bawah umur di Manhattan dan Florida antara 2002 hingga 2005.

Epstein, yang mengaku tidak bersalah, ditemukan tewas di sel penjaranya Agustus 2019. Epstein dikenal sebagai mantan teman Presiden Donald Trump dan Bill Clinton, serta Pangeran Andrew dari Inggris.

Sejak kasus Epstein disidangkan, Maxwell telah berkomunikasi dengan pihak pengadilan terkait sejumlah gugatan hukum yang diajukan korban Epstein terhadapnya.

Pada 12 Maret lalu, salah satu korban Epstein mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi di Virgin Islands, AS, untuk menuntut kompensasi. (Baca: Skandal Seks Epstein Bikin Pangeran Inggris Mundur dari Tugas Kerajaan )

Sejumlah kasus di mana Maxwell menjadi terdakwa telah diselesaikan dengan menguntungkan para penggugat pada Juni 2020, meskipun berulang kali dia membantah keterlibatannya dalam kejahatan Epstein.

Lusinan perempuan mengatakan Maxwell merekrut mereka ketika mereka masih di bawah umur atau sangat muda untuk bertindak sebagai pelayan seks untuk Epstein.

Sebagai contoh, Virginia Giuffre menuduh Maxwell merekrutnya saat dirinya masih di bawah umur, yakni setelah keduanya bertemu di Donald Trump's Mar-a-Lago Club di Palm Beach, Florida, tempat Giuffre bekerja pada saat itu. Giuffre menegaskan Maxwell dan Epstein memperdagangkannya dan gadis-gadis di bawah umur lainnya, yang sering kali di pesta seks yang diadakan oleh Epstein di rumahnya di New York, New Mexico, Palm Beach, dan Virgin Islands AS.

Giuffre mengklaim dia berhubungan seks dengan Pangeran Andrew di London setelah malam pesta yang difasilitasi oleh Maxwell. Sang pangeran menyangkal tuduhan itu, meskipun foto-foto dirinya dengan lengannya melingkari pinggang Giuffre yang beredar luas di internet. (Baca juga: Korban Jeffrey Epstein Desak Pangeran Andrew Berterus Terang )

Pada 2017, Sarah Ransome mengajukan gugatan di sebuah pengadilan di Distrik Selatan New York terhadap Epstein dan Maxwell. Dia menuduh Maxwell menyewanya untuk memberikan pijatan kepada Epstein dan kemudian mengancam akan secara fisik melukainya atau menghancurkan prospek kariernya jika dia menolak berhubungan seks dengan Epstein di rumahnya di New York dan di pulau pribadinya; Little Saint James, di Karibia. Gugatan itu diselesaikan pada tahun 2018 dengan ketentuan yang tidak diungkapkan.

Surat dakwaan pengadilan di Manhattan menyatakan Maxwell diduga membantu, memfasilitasi, dan berkontribusi pada pelecehan Epstein terhadap gadis-gadis di bawah umur seusia 14 tahun, membantu terpidana predator seks merawat para korbannya hingga tahun 1994.

"Dalam beberapa kasus, Maxwell hadir dan berpartisipasi dalam pelecehan seksual terhadap korban (yang masih) kecil," bunyi surat dakwaan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved