Biden Peringatkan Xi Jinping: Investor Akan Hengkang dari China Jika Dukung Rusia

Senin, 19 September 2022 - 08:22 WIB
loading...
Biden Peringatkan Xi Jinping: Investor Akan Hengkang dari China Jika Dukung Rusia
Presiden AS Joe Biden memperingatkan Presiden China Xi Jinping bahwa Beijing akan kehilangan banyak investor jika mendukung perang Rusia di Ukraina. Foto/Zee News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku telah memperingatkan Presiden China Xi Jinping tentang penderitaan Beijing jika mendukung perang Rusia di Ukraina .

Penderitaan yang dimaksud adalah kerusakan iklim investasi yang akan dialami China.

Biden memperingatkan Xi Jinping agar China tidak melanggar sanksi yang dijatuhkan oleh koalisi berbagai negara terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Dalam kutipan wawancara dengan CBS yang akan ditayangkan pada hari Minggu, Biden mengaku sudah memberi tahu Xi bahwa melanggar sanksi akan menjadi kesalahan besar.

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Resah dengan Langkah Rusia Selanjutnya

Namun, katanya, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa Beijing telah secara aktif mendukung upaya perang Rusia dengan penjualan senjata.

Biden mengatakan dia menyampaikan peringatan itu dalam panggilan telepon tak lama setelah Xi Jinping bertemu dengan Putin di Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 4 Februari, di mana Xi saat itu menyatakan dukungan untuk pemimpin Kremlin.

“Saya menelepon Presiden Xi—untuk tidak mengancam sama sekali, hanya untuk mengatakan kepadanya...bahwa jika Anda berpikir orang Amerika dan lainnya akan terus berinvestasi di China, berdasarkan pelanggaran Anda terhadap sanksi yang telah dijatuhkan pada Rusia, saya pikir Anda membuat kesalahan besar,” kata Biden.

“Sejauh ini, tidak ada indikasi mereka mengajukan senjata atau hal lain yang diinginkan Rusia,” lanjut Biden, yang dilansir AFP, Senin (19/9/2022).

Presiden AS juga menepis anggapan bahwa aliansi China-Rusia secara efektif berarti Amerika Serikat sedang berperang dalam Perang Dingin jenis baru.

“Saya tidak berpikir ini adalah Perang Dingin yang baru dan lebih rumit,” katanya.

Rusia menginvasi tetangganya yang pro-Barat; Ukraina, pada 24 Februari, yang mengakibatkan kehancuran kota-kota besar dan kecil di sebagian besar negara tersebut.
(min)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1504 seconds (11.210#12.26)