Wanita Muda Iran Koma setelah Ditangkap Polisi Moral karena Tak Berjilbab

Jum'at, 16 September 2022 - 14:25 WIB
loading...
Wanita Muda Iran Koma...
Mahsa Amini, wanita muda Iran yang sakit koma setelah ditangkap polisi moral di Teheran karena tidak mengenakan jilbab. Foto/Twitter via Al Arabiya
A A A
TEHERAN - Seorang wanita muda Iran berada dalam keadaan koma dan sedang berjuang untuk hidupnya di rumah sakit. Itu terjadi setelah dia ditangkap polisi moral di Teheran karena tidak mengenakan jilbab.

Polisi moral adalah sebutan untuk unit polisi yang khusus menegakkan aturan berpakaian bagi perempuan, termasuk wajib berjilbab.

Mahsa Amini (22) sedang berkunjung ke Ibu Kota Iran bersama keluarganya ketika dia ditangkap dan ditahan oleh unit polisi moral.

Kakaknya, Kiaresh, mengatakan kepada situs berita situs Iran Wire bahwa ketika dia sedang menunggu di luar kantor polisi agar adiknya dibebaskan, sebuah ambulans melaju dan membawa sang adik ke rumah sakit.

Baca juga: Iran Hukum Mati 2 Aktivis LGBT

Dia diberitahu bahwa Amini mengalami serangan jantung dan kejang otak dan sekarang dalam keadaan koma.

"Hanya ada dua jam antara penangkapannya dan dibawa ke rumah sakit," katanya.

Bersumpah untuk mengajukan tuntutan pidana, Kiaresh menambahkan: “Saya tidak akan rugi apa-apa. Saya tidak akan membiarkan ini berakhir tanpa membuat keributan.”

Sebuah pernyataan oleh polisi Teheran mengonfirmasi bahwa Amini ditahan untuk diberi penjelasan dan instruksi tentang aturan berpakaian, bersama dengan para wanita lain.

“Dia tiba-tiba mengalami masalah jantung saat ditemani orang-orang yang dipandu lainnya [dan]...segera dibawa ke rumah sakit dengan kerja sama polisi dan layanan darurat,” kata polisi Teheran, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (16/9/2022).

Belum diketahui apa yang terjadi antara kedatangannya di kantor polisi dan keberangkatannya ke rumah sakit.

Saluran media sosial "1500tasvir", yang mencatat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh polisi Iran, mem-posting foto Amini di rumah sakit dengan tabung di mulutnya pada hari Kamis.

“Memuakkan,” tulis aktris dan juru kampanye HAM Iran-Inggris Nazanin Boniadi di Twitter.

"Berapa banyak nyawa anak muda tak berdosa yang harus dirampok secara brutal sebelum kita semua bangkit?"

Juru kampanye kebebasan berekspresi Iran Hossein Ronaghi menulis di media sosial: “Situasi Mahsa Amini adalah contoh kejahatan yang disengaja."

“Penindasan sistematis terhadap wanita Iran dengan dalih menegakkan jilbab oleh patroli pemandu dan kepolisian adalah kejahatan," ujarnya.

Insiden itu terjadi ketika kontroversi tumbuh--baik di dalam maupun di luar Iran--atas pelaksanaan gasht-e ershad atau patroli pemandu, yang memantau dan menegakkan aturan berpakaian di Iran.

Jilbab telah menjadi busana wajib bagi wanita di Iran tak lama setelah revolusi 1979.

Beberapa wanita, didorong oleh juru kampanye HAM Masih Alinejad yang berbasis di Amerika Serikat, telah berusaha untuk memprotes aturan tersebut dengan melepas jilbab mereka di depan umum.

Pada pertengahan Juli, seorang wanita muda Iran, Sepideh Rashno, menghilang pada pertengahan Juli setelah terlibat perselisihan di bus Teheran dengan wanita lain yang menuduhnya melepas jilbab.

Dia ditahan oleh personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan muncul di televisi dalam apa yang menurut para aktivis adalah pengakuan paksa.

Dia dibebaskan dengan jaminan pada akhir Agustus setelah sekitar satu setengah bulan berada di balik jeruji besi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
Negara-negara Arab Dikecam...
Negara-negara Arab Dikecam karena Tak Berani Melawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved