UE Puji Langkah Indonesia Terima Pengungsi Rohingnya
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:05 WIB
loading...
Uni Eropa (UE) menyambut keputusan Indonesia untuk menerima, memberikan bantuan, dan perlindungan kemanusiaan kepada hampir 100 pengungsi Rohingya. Foto/Sindonews
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) menyambut keputusan Indonesia untuk menerima, memberikan bantuan, dan perlindungan kemanusiaan kepada hampir 100 pengungsi Rohingya. Para pengungsi Rohingnya, yang diselamatkan pada pertengahan Juni lalu di Aceh, saat ini ditempatkan di pusat penampungan di Lhokseumawe.
UE menuturkan, penyelamatan para pengungsi Rohingya, yang telah menghadapi kondisi yang mengerikan, adalah bentuk penghormatan terhadap hukum internasional dan membuktikan kemurahan hati rakyat, dan pemerintah Indonesia.
( Baca juga: Penampungan Pengungsi Rohingya Terkendala Air Bersih )
"Bekerjasama dengan pihak berwenang Indonesia yang relevan, Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan organisasi kemanusiaan lainnya, UE akan memobilisasi dukungan kemanusiaan untuk menangani kebutuhan dasar paling mendesak dari para pengungsi yang terkena dampak," kata UE dalam sebuah pernyataan, yang diterima Sindonews pada Kamis (2/7/2020).
"Sementara kami menghargai tindakan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia, keadaan buruk kaum Rohingya tidak dapat diselesaikan dengan tindakan kemanusiaan dari negara-negara yang baik hati saja. Akar penyebab penderitaan Rohingya adalah di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat mereka semula diusir secara paksa," sambungnya.
Dalam pernyataanya, UE berharap pemerintah Myanmar menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka kembali secara aman, berkelanjutan, bermartabat, dan sukarela ke tempat asal mereka, termasuk melalui implementasi yang kredibel dari rekomendasi Komisi Penasihat Negara Rakhine, yang telah disahkannya, dan dalam sesuai dengan langkah-langkah sementara yang diperintahkan oleh Mahkamah Internasional.
( Baca juga: Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB )
"Kami tegaskan bahwa semua angkatan bersenjata di Myanmar harus segera melaksanakan gencatan senjata tanpa syarat, termasuk di Rakhine dan Negara-negara Chin, dan berkomitmen kembali pada proses perdamaian yang inklusif," ujarnya.
UE juga menyerukan semua negara di kawasan, termasuk negara-negara anggota ASEAN, untuk lebih terlibat dengan [emerintah Myanmar untuk memastikan bahwa mereka meningkatkan upayanya menuju solusi yang adil dan tahan lama untuk masalah Rohingya, sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan HAM.
UE menuturkan, penyelamatan para pengungsi Rohingya, yang telah menghadapi kondisi yang mengerikan, adalah bentuk penghormatan terhadap hukum internasional dan membuktikan kemurahan hati rakyat, dan pemerintah Indonesia.
( Baca juga: Penampungan Pengungsi Rohingya Terkendala Air Bersih )
"Bekerjasama dengan pihak berwenang Indonesia yang relevan, Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan organisasi kemanusiaan lainnya, UE akan memobilisasi dukungan kemanusiaan untuk menangani kebutuhan dasar paling mendesak dari para pengungsi yang terkena dampak," kata UE dalam sebuah pernyataan, yang diterima Sindonews pada Kamis (2/7/2020).
"Sementara kami menghargai tindakan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia, keadaan buruk kaum Rohingya tidak dapat diselesaikan dengan tindakan kemanusiaan dari negara-negara yang baik hati saja. Akar penyebab penderitaan Rohingya adalah di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat mereka semula diusir secara paksa," sambungnya.
Dalam pernyataanya, UE berharap pemerintah Myanmar menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka kembali secara aman, berkelanjutan, bermartabat, dan sukarela ke tempat asal mereka, termasuk melalui implementasi yang kredibel dari rekomendasi Komisi Penasihat Negara Rakhine, yang telah disahkannya, dan dalam sesuai dengan langkah-langkah sementara yang diperintahkan oleh Mahkamah Internasional.
( Baca juga: Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB )
"Kami tegaskan bahwa semua angkatan bersenjata di Myanmar harus segera melaksanakan gencatan senjata tanpa syarat, termasuk di Rakhine dan Negara-negara Chin, dan berkomitmen kembali pada proses perdamaian yang inklusif," ujarnya.
UE juga menyerukan semua negara di kawasan, termasuk negara-negara anggota ASEAN, untuk lebih terlibat dengan [emerintah Myanmar untuk memastikan bahwa mereka meningkatkan upayanya menuju solusi yang adil dan tahan lama untuk masalah Rohingya, sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan HAM.
(esn)
Lihat Juga :