Asosiasi Sukarela, Inilah 4 Negara Persemakmuran Inggris di Asia

Rabu, 14 September 2022 - 13:50 WIB
loading...
Asosiasi Sukarela, Inilah...
Asosiasi sukarela, ada 4 negara Asia yang menjadi anggota Negara Persemakmuran. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Negara Persemakmuran Inggris atau Commonwealth merupakan asosiasi sukarela dengan 56 anggota negara-negara, baik negara maju maupun negara berkembang yang tersebar di Asia, Amerika, Afrika, Eropa, Pasifik, serta Karibia. Umumnya, negara yang tergabung adalah negara independen bekas jajahan Inggris tetapi tetap mempertahankan persahabatan dan kerja sama.

Memiliki tujuan untuk saling mendukung antar negara-negara anggota dalam mencapai tujuan di berbagai hal, baik pembangunan, demokrasi, dan perdamaian. Mencakup pula nilai-nilai serta prinsip yang tertuang dalam Piagam Persemakmuran.

Asosiasi ini dipimpin oleh Kerajaan Inggris, mulanya Ratu Elizabeth II namun kini sudah digantikan Pangeran Charles III. Didukung oleh lebih dari 80 organisasi antar pemerintah, budaya, sipil, serta profesional. Markas Sekretariat terletak di Marlborough House, Pall Mall, London.

Berikut 4 negara di Asia yang tergabung dalam Negara Persemakmuran Inggris:

1. Brunei Darussalam

Brunei merupakan negara Khatulistiwa kecil yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan, Indonesia, Asia Tenggara. Brunei resmi bergabung menjadi anggota Negara Persemakmuran Inggris pada 1 Januari 1984.

Dukungan sudah dilakukan oleh Sekretariat untuk Brunei, seperti memberi informasi dan pelatihan untuk melawan kekerasan ekstrim. Lalu, Brunei juga diberikan pedoman, alat, model hukum, serta peraturan untuk memperkuat undang-undang guna menghentikan korupsi, perdagangan ilegal, dan penyebaran senjata.

Bantuan lainnya adalah memberi peningkatan keterampilan dan merundingkan perjanjian perdagangan, baik regional maupun multilateral. Brunei juga mengikuti Program Pelatihan Negara Ketiga Persemakmuran dan mendapatkan pelatihan serta kerja lapangan yang mengangkat isu lingkungan, mencakup polusi plastik, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan baik, sehingga Brunei menjadi negara kaya yang mampu memberikan pelayanan kesehatan gratis, pendidikan dasar hingga universitas gratis, dan masyarakat tidak perlu membayar pajak penghasilan.

Brunei juga termasuk dalam anggota kelompok Konektivitas Fisik dan Digital dari Agenda Konektivitas Persemakmuran, yakni wadah bagi negara-negara untuk bertukar pikiran, praktik, serta pengalaman dalam perdagangan, investasi, dan reformasi domestik. Dukungan balik dari Brunei adalah pemberian beasiswa untuk Studi Doktoral (S3).

Baca: Raja Inggris Charles Janji Ikuti Contoh yang Diberikan Ibunya, Ratu Elizabeth II

2. Malaysia

Malaysia terletak di selatan Thailand dan di pulau Kalimantan, Asia Tenggara. Malaysia resmi bergabung menjadi anggota Negara Persemakmuran Inggris pada 16 September 1963.

Selama bergabung, Negeri Jiran mendapatkan dukungan serta bantuan dari sekretariat dalam berbagai aspek, seperti pembelajaran mengenai pencegahan kekerasan ekstrim, membangun keterampilan untuk berdialog, berkomunitas, dan bertanggung jawab secara sosial.

Sekretariat juga memberi pelajaran keterampilan untuk mendirikan, mengembangkan, serta menjalankan bisnis atau kinerja kaum muda, serta bekerjasama untuk membuat kebijakan pemerintah guna mengembangkan teknologi dan konektivitas internet. Tak hanya itu, diadakan pula pertemuan yang membahas partisipasi perempuan.

Sama seperti Brunei, Malaysia juga termasuk dalam anggota Konektivitas Fisik, Digital, dan Regulasi serta anggota Kelompok Aksi Akuakultur Berkelanjutan. Malaysia juga pernah menjadi tuan rumah konferensi Asosiasi Persemakmuran untuk Administrasi dan Manajemen Publik serta Forum Menteri Layanan Publik Persemakmuran.

3. Singapura

Singapura merupakan negara kecil dengan penduduk yang padat, terletak di Semenanjung Melayu bagian selatan. Singapura secara resmi bergabung menjadi anggota Negara Persemakmuran Inggris pada 15 Oktober 1965.

Mendapatkan berbagai dukungan sekretariat untuk Singapura, seperti bantuan pembelajaran mengenai hubungan antar lembaga, hak asasi manusia, keanggotaan parlemen, dan kepemimpinan bisnis. Sekretariat juga membangun keterampilan kerja serta kepemimpinan untuk kaum muda di Singapura.

Serta, membantu perkembangan aturan internasional tentang penambangan dasar laut, dan negosiasi dengan Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA).

Baca: Silsilah Kerajaan Inggris dari Awal Hingga Sekarang

Selanjutnya, dukungan dalam aspek ekonomi berteknologi tinggi, dengan merakit barang-barang listrik, penyulingan minyak sehingga Singapura dapat menumbuhkan ekspor perdagangan dan menjadi pemimpin dunia dalam elektronik, jasa keuangan, serta farmasi.

Akibatnya, Singapura menjadi negara kaya dengan pendapatan tinggi karena sektor pariwisata serta ekonomi yang kuat. Timbal balik Singapura adalah pemberian beasiswa untuk studi pascasarjana dalam ilmu dan teknik integratif.

4. India

India merupakan negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia yang terletak di semenanjung Asia Selatan. India resmi bergabung menjadi anggota Negara Persemakmuran Inggris pada 15 Agustus 1947.

Sudah pasti seluruh anggota Persemakmuran Inggris mendapatkan bantuan dari sekretariat, India mendapatkan pelatihan Manajemen Kinerja Pemerintah guna meningkatkan efektifitas pemerintahan, memberikan praktik mengenai pencegahan kekerasan ekstrim untuk kaum muda, pemerintah daerah, masyarakat sipil, serta lembaga swadaya masyarakat.

Bantuan lainnya adalah mendirikan asosiasi pekerja muda untuk merencanakan, mendirikan, dan mengembangkan bisnis. Dalam aspek kesehatan, Sekretariat bekerja sama dengan Badan Kesehatan Nasional India untuk menyiapkan asuransi kesehatan bagi masyarakat miskin.

Sang manajer utang India juga dilatih mengenai sistem manajemen yang baru. India juga termasuk dalam anggota Konektivitas Peraturan.

Baca: Raja Charles III Ternyata Pelajari Al-Qur'an, Apa Pandangannya tentang Islam?

Penulis:MG/Afridha Khalila

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved