Rusia Mulai Gunakan Drone Kamikaze Buatan Iran di Ukraina
Rabu, 14 September 2022 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, tampaknya Rusia telah menamai drone ini Geran-2, yang berarti 'geranium-2'. Ini akan sesuai dengan tradisi Rusia menamakan artilerinya setelah berbunga. Ini lebih lanjut dapat menunjukkan bahwa drone memang digunakan sebagai amunisi, dilengkapi dengan hulu ledak, untuk menyerang target Ukraina di darat, daripada peran lain seperti pengawasan atau bertindak sebagai umpan.
Adapun drone Shahed-136 adalah salah satu anggota dari keluarga desain drone yang berasal dari sekitar tahun 2014. Selain digunakan secara luas di Iran, drone ini juga telah didistribusikan ke proksi Teheran seperti yang beroperasi di Irak, Suriah, dan Yaman.
Sebelumnya, intelijen Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Iran bersiap untuk mengirimkan ratusan drone ke Rusia dan bersiap melatih pasukan Rusia untuk menggunakannya.
Kemunculan drone penyerang ini di tangan Rusia adalah hal signifikan dan dapat memiliki beberapa dampak besar. Keberadaan drone ini menyediakan sarana bagi Rusia untuk menyerang berbagai target Ukraian, termasuk secara massal, jarak jauh, dan bahkan berpotensi meluncurkan serangan balas denam yang konstan di daerah berpenduduk padat yang terletak jarak terukur dari garis depan seperti Kiev.
Baca: Rusia Dilaporkan Terima Drone Iran, Ini Jawaban Kremlin
Terlebih pada saat yang sama menipisnya stok rudal jelajah dan balistik konvesional berarti Rusia sangat membutuhkan segala jenis senjata ofensif, bahkan yang relatif jarak pendek. Meskipun tidak memiliki kecanggihan dan kekuatan destruktif dari rudal, amunisi bunuh diri jarak jauh jauh lebih murah dan, jika dibeli dari Iran, tidak terpengaruh oleh sanksi yang menghalangi kemampuan Rusia untuk memproduksi senjata serang presisinya sendiri.
Adapun drone Shahed-136 adalah salah satu anggota dari keluarga desain drone yang berasal dari sekitar tahun 2014. Selain digunakan secara luas di Iran, drone ini juga telah didistribusikan ke proksi Teheran seperti yang beroperasi di Irak, Suriah, dan Yaman.
Sebelumnya, intelijen Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Iran bersiap untuk mengirimkan ratusan drone ke Rusia dan bersiap melatih pasukan Rusia untuk menggunakannya.
Kemunculan drone penyerang ini di tangan Rusia adalah hal signifikan dan dapat memiliki beberapa dampak besar. Keberadaan drone ini menyediakan sarana bagi Rusia untuk menyerang berbagai target Ukraian, termasuk secara massal, jarak jauh, dan bahkan berpotensi meluncurkan serangan balas denam yang konstan di daerah berpenduduk padat yang terletak jarak terukur dari garis depan seperti Kiev.
Baca: Rusia Dilaporkan Terima Drone Iran, Ini Jawaban Kremlin
Terlebih pada saat yang sama menipisnya stok rudal jelajah dan balistik konvesional berarti Rusia sangat membutuhkan segala jenis senjata ofensif, bahkan yang relatif jarak pendek. Meskipun tidak memiliki kecanggihan dan kekuatan destruktif dari rudal, amunisi bunuh diri jarak jauh jauh lebih murah dan, jika dibeli dari Iran, tidak terpengaruh oleh sanksi yang menghalangi kemampuan Rusia untuk memproduksi senjata serang presisinya sendiri.
Lihat Juga :