Korut Siap Luncurkan Serangan Nuklir Preemptive, Prancis Kesal
Sabtu, 10 September 2022 - 08:08 WIB
loading...
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Prancis kecam Korea Utara yang mengadopsi UU baru tentang kesiapannya menggunakan senjata nuklir. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Prancis kesal dan mengecam adopsi undang-undang (UU) baru oleh rezim Kim Jong-un yang menjadikan Korea Utara (Korut) sebagai negara bersenjata nuklir .
UU itu juga mengamanatkan hak Korea Utara untuk menggunakan senjata nuklir termasuk dalam serangan preemptive atau pendahuluan.
"Eskalasi baru dari pihak berwenang Korea Utara ini merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional dan regional," kecam Kementerian Luar Negeri Prancis, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/9/2022).
Baca juga: UU Baru Korut: Kim Jong-un Berhak Luncurkan Serangan Nuklir Preemptive
UU baru itu disahkan Parlemen Korea Utara pada Kamis dan diumumkan pemimpin negara itu, Kim Jong-un, pada Jumat.
Menurut UU anyar yang menggantikan UU tahun 2013, Korut menyatakan berhak menggunakan senjata nuklirnya sebagai serangan pencegahan, termasuk dalam menghadapi serangan senjata konvensional.
"Prancis mencatat dengan sangat prihatin atas deklarasi yang semakin agresif dari Korea Utara," lanjut Kementerian Luar Negeri Prancis.
UU itu juga mengamanatkan hak Korea Utara untuk menggunakan senjata nuklir termasuk dalam serangan preemptive atau pendahuluan.
"Eskalasi baru dari pihak berwenang Korea Utara ini merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional dan regional," kecam Kementerian Luar Negeri Prancis, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/9/2022).
Baca juga: UU Baru Korut: Kim Jong-un Berhak Luncurkan Serangan Nuklir Preemptive
UU baru itu disahkan Parlemen Korea Utara pada Kamis dan diumumkan pemimpin negara itu, Kim Jong-un, pada Jumat.
Menurut UU anyar yang menggantikan UU tahun 2013, Korut menyatakan berhak menggunakan senjata nuklirnya sebagai serangan pencegahan, termasuk dalam menghadapi serangan senjata konvensional.
"Prancis mencatat dengan sangat prihatin atas deklarasi yang semakin agresif dari Korea Utara," lanjut Kementerian Luar Negeri Prancis.
Lihat Juga :