Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Kamis, 08 September 2022 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini mengingat bahwa tingkat ketergantungan Inggris akan Rusia tidak terlalu besar. Meskipun ketergantungan gas negara Eropa ke Rusia mencapai angka 40%, Inggris hanya bergantung kepada Rusia sebesar 5%.
3. Polandia
Melansir dari laman Politico.eu, invasi Rusia terhadap Ukraina dianggap Polandia sebagai suatu momen yang penting untuk mengeluarkan Rusia dari pasokan energi Eropa.
Negara-negara Uni Eropa diketahui sudah sejak 2009 berjanji untuk mengakhiri ketergantungan mereka.
Janji ini mereka buat setelah mengalami krisis pasokan di musim dingin pada tahun 2009 dan krisis akibat invasi Rusia ke Krimea tahun 2014.
Melalui Mateusz Morawiecki, Perdana Menteri Polandia, Polandia akan memberlakukan embargo terhadap batu bara, minyak, dan gas.
Mereka akan memasukkan energi-energi tersebut ke dalam daftar impor terlarang dari Rusia.
Persiapan Polandia dalam mengatasi kondisi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Mereka telah meminimalkan ketergantungannya pada pasokan Rusia selama bertahun-tahun.
Pada 2023, kontrak Polandia dengan Gazprom (perusahaan energi multinasional milik Rusia) akan habis dan gas akan mulai mengalir dari Norwegia melalui Pipa Baltik yang baru.
Ini juga memperluas terminal gas alamnya di Swinoujscie dan menandatangani kontrak baru dengan lebih banyak pemasok dari negara-negara seperti AS dan Qatar.
Saat ini, 55% impor gas Polandia berasal dari Rusia. Pipa Baltik akan memungkinkan Polandia untuk mengimpor gas dalam jumlah yang sama seperti yang sekarang dibeli dari Gazprom.
3. Polandia
Melansir dari laman Politico.eu, invasi Rusia terhadap Ukraina dianggap Polandia sebagai suatu momen yang penting untuk mengeluarkan Rusia dari pasokan energi Eropa.
Negara-negara Uni Eropa diketahui sudah sejak 2009 berjanji untuk mengakhiri ketergantungan mereka.
Janji ini mereka buat setelah mengalami krisis pasokan di musim dingin pada tahun 2009 dan krisis akibat invasi Rusia ke Krimea tahun 2014.
Melalui Mateusz Morawiecki, Perdana Menteri Polandia, Polandia akan memberlakukan embargo terhadap batu bara, minyak, dan gas.
Mereka akan memasukkan energi-energi tersebut ke dalam daftar impor terlarang dari Rusia.
Persiapan Polandia dalam mengatasi kondisi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Mereka telah meminimalkan ketergantungannya pada pasokan Rusia selama bertahun-tahun.
Pada 2023, kontrak Polandia dengan Gazprom (perusahaan energi multinasional milik Rusia) akan habis dan gas akan mulai mengalir dari Norwegia melalui Pipa Baltik yang baru.
Ini juga memperluas terminal gas alamnya di Swinoujscie dan menandatangani kontrak baru dengan lebih banyak pemasok dari negara-negara seperti AS dan Qatar.
Saat ini, 55% impor gas Polandia berasal dari Rusia. Pipa Baltik akan memungkinkan Polandia untuk mengimpor gas dalam jumlah yang sama seperti yang sekarang dibeli dari Gazprom.
(sya)
Lihat Juga :