Israel Akui Tembakan Tentaranya Mungkin yang Membunuh Jurnalis Abu Akleh
Selasa, 06 September 2022 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kohavi mengatakan kematian Abu Akleh adalah insiden yang menghancurkan yang terjadi selama kegiatan operasional untuk mencegah "teror Palestina”.
"Wartawan itu tewas di tengah tembak-menembak yang berlangsung selama hampir satu jam," katanya.
IDF mengatakan tidak akan mengajukan tuntutan pidana atau penuntutan terhadap salah satu tentara Israel yang terlibat dalam insiden itu.
"Karena tidak ada kecurigaan tindak pidana yang menjamin pembukaan penyelidikan MPCID [Military Police Criminal Investigations Division]," kata IDF.
Kesimpulan militer Israel yang bersayap bertentangan dengan temuan investigasi yang dilakukan oleh PBB dan Otoritas Palestina, serta beberapa media termasuk CNN dan Associated Press.
Rekaman video serta kesaksian saksi mata yang digali dari penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada pertempuran aktif atau militan Palestina di dekat Abu Akleh pada saat-saat menjelang kematiannya, yang memicu kemarahan internasional.
Abu Akleh juga terlihat mengenakan rompi pelindung dan helm berlabel “PRESS” di bagian depan dan belakang saat dia berdiri di samping wartawan lain yang juga mengenakan perlengkapan pers mereka.
"Wartawan itu tewas di tengah tembak-menembak yang berlangsung selama hampir satu jam," katanya.
IDF mengatakan tidak akan mengajukan tuntutan pidana atau penuntutan terhadap salah satu tentara Israel yang terlibat dalam insiden itu.
"Karena tidak ada kecurigaan tindak pidana yang menjamin pembukaan penyelidikan MPCID [Military Police Criminal Investigations Division]," kata IDF.
Kesimpulan militer Israel yang bersayap bertentangan dengan temuan investigasi yang dilakukan oleh PBB dan Otoritas Palestina, serta beberapa media termasuk CNN dan Associated Press.
Rekaman video serta kesaksian saksi mata yang digali dari penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada pertempuran aktif atau militan Palestina di dekat Abu Akleh pada saat-saat menjelang kematiannya, yang memicu kemarahan internasional.
Abu Akleh juga terlihat mengenakan rompi pelindung dan helm berlabel “PRESS” di bagian depan dan belakang saat dia berdiri di samping wartawan lain yang juga mengenakan perlengkapan pers mereka.
Lihat Juga :