Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Kamis, 01 September 2022 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Shin mengatakan forum Seoul dirancang untuk memperluas kapasitas diplomatik Korsel dalam menghadapi berbagai masalah keamanan regional yang kompleks.
“Sementara faktor krisis geopolitik seperti perang Ukraina dan persaingan strategis AS-China telah berkembang, Korea Utara juga mempercepat pengembangan senjata nuklirnya,” ujarnya.
“Di tengah tantangan keamanan ini, akan berarti bahwa kami akan mengadakan Dialog Pertahanan Seoul untuk melakukan pembicaraan komprehensif tentang perkembangan politik internasional, ancaman nuklir Korea Utara dan perubahan dalam perang internasional dan mencari cara untuk menanggapinya,” jelasnya.
Shin mengatakan pemimpin Korut Kim Jong-un akan kembali ke meja perundingan jika dia dapat memastikan China dan Rusia akan mendukung upaya untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut ketika melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua yang dilarang.
“Jika kita dapat membuat (Kim) percaya bahwa China dan Rusia akan berhenti mendukung Korea Utara dan membalikkan posisi mereka dan beralih ke sanksi tambahan ketika Korea Utara melakukan uji coba nuklir tambahan dan terus meluncurkan ICBM, saya pikir Korea Utara dapat kembali kapan saja ke pembicaraan,” ucap Shin.
Baca juga: Paus Fransiskus Minta Rezim Kim Jong-un Mengundangnya ke Korut
“Sementara faktor krisis geopolitik seperti perang Ukraina dan persaingan strategis AS-China telah berkembang, Korea Utara juga mempercepat pengembangan senjata nuklirnya,” ujarnya.
“Di tengah tantangan keamanan ini, akan berarti bahwa kami akan mengadakan Dialog Pertahanan Seoul untuk melakukan pembicaraan komprehensif tentang perkembangan politik internasional, ancaman nuklir Korea Utara dan perubahan dalam perang internasional dan mencari cara untuk menanggapinya,” jelasnya.
Shin mengatakan pemimpin Korut Kim Jong-un akan kembali ke meja perundingan jika dia dapat memastikan China dan Rusia akan mendukung upaya untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut ketika melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua yang dilarang.
“Jika kita dapat membuat (Kim) percaya bahwa China dan Rusia akan berhenti mendukung Korea Utara dan membalikkan posisi mereka dan beralih ke sanksi tambahan ketika Korea Utara melakukan uji coba nuklir tambahan dan terus meluncurkan ICBM, saya pikir Korea Utara dapat kembali kapan saja ke pembicaraan,” ucap Shin.
Baca juga: Paus Fransiskus Minta Rezim Kim Jong-un Mengundangnya ke Korut
Lihat Juga :