Balas Dendam Kematian Putri 'Si Otak Putin', Tentara Rusia Tulis Pesan di Roket

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Pihak berwenang Rusia menyalahkan tersangka mata-mata Ukraina, seorang perempuan bernama Shaban-Vovk, atas kasus tewasnya Darya Dugina. Ia disebut menyelinap ke Rusia bersama putrinya yang berusia 12 tahun.

Ia melacak Dugina selama berminggu-minggu sebelum mengaktifkan bom mobil mematikan dan melarikan diri ke Estonia. Rangkaian peristiwa yang mengarah pada kematian Dugina disajikan oleh dinas keamanan Rusia, FSB, termasuk Shaban-Vovk mengubah penampilan dan pelat nomor kendaraannya untuk menipu penjaga sebelum melarikan diri dari Rusia melintasi perbatasan Estonia.

FSB juga merilis apa yang diklaim sebagai dokumen militer ibu Ukraina, termasuk foto gaya paspornya. Tapi pengamat mempertanyakan mengapa Shaban-Vovk, jika dia memang mata-mata Ukraina yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, akan meninggalkan identifikasi militernya dan menuduh pihak berwenang Rusia memproduksi kebohongan untuk menyalahkan pembunuhan itu kepada Ukraina.

Menteri luar negeri Estonia Urmas Reinsalu menolak klaim liar itu sebagai 'operasi informasi Rusia'.

"Kami menganggap ini sebagai salah satu contoh provokasi dalam rangkaian provokasi yang sangat panjang oleh Federasi Rusia, dan kami tidak dapat mengatakan apa-apa lagi saat ini," kata menteri tersebut, seraya menambahkan bahwa Rusia tidak mengajukan permintaan untuk mengekstradisi tersangka pembunuh.

Baca juga: Wanita Ukraina Ini Tersangka Bom Mobil yang Tewaskan Putri Si 'Otak Putin'

Kepala Pusat Internasional untuk Pertahanan dan Keamanan (ICDS) di Ibu Kota Estonia Tallinn, Indrek Kannik, mengklaim bahwa Dugina kemungkinan besar terbunuh oleh operasi internal Rusia. Kemungkinan ini adalah operasi FSB sendiri, karena orang-orang ini telah menjadi ancaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
NATO akan Kerahkan 5.000...
NATO akan Kerahkan 5.000 Tentara di Perbatasan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved