Mahasiswa Transgender Lulusan Harvard Tewas di Indonesia

Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:11 WIB
loading...
Mahasiswa Transgender...
Rodrigo Ventocilla, mahasiswa transgender lulusan Harvard Kennedy School asal Peru, tewas di Bali, Indonesia. Foto/Courtesy of Harvard Kennedy School
A A A
JAKARTA - Seorang mahasiswa transgender lulusan Harvard Kennedy School dinyatakan tewas di sebuah rumah sakit di Indonesia, lima hari setelah dia ditangkap oleh polisi Bali.

The Harvard Crimson melaporkan bahwa korban adalah Rodrigo Ventocilla (32) asal Peru. Dia adalah mahasiswa lulusan Harvard Kennedy Schoolyang dikenal sebagai aktivis hak transgender terkemuka.

The Harvard Crimson melaporkan bahwa Ventocilla telah melakukan perjalanan ke Bali untuk berbulan madu dengan pasangannya dan ditahan oleh polisi karena dugaan kepemilikan narkoba segera setelah dia tiba pada 6 Agustus.

"Keluarganya menuduh dia ditangkap dalam 'tindakan diskriminasi rasial dan transfobia', kehilangan hak-hak dasar, dan sementara anggota keluarga dan pengacara tidak mengetahui kondisinya," tulis surat kabar tersebut.

Baca juga: Singapura Bolehkan Homoseks, Kaum LGBT Masih Belum Puas

Media asing itu juga mengutip laporan sebuah surat kabar Bali yang menulis bahwa polisi di Bali sedang menyelidiki kematian Ventocilla, tetapi fokus penyelidikannya tidak jelas dan tidak jelas apakah temuan penyelidikan akan dirilis ke publik.

The Harvard Crimsonmelaporkan bahwa kepala humas kepolisian Bali sebelumnya mengatakan kepada media-media lokal bahwa Ventocilla meninggal setelah mengonsumsi narkoba pada 8 Agustus saat dalam tahanan polisi.

Ventocilla meninggal 11 Agustus.

Keluarga Ventocilla, lanjut laporan tersebut, meragukan penjelasan polisi Bali, mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkan autopsi independen.

Menurut The Harvard Crimson, polisi Bali mengatakan Ventocilla ditangkap setelah pihak berwenang menemukan penggiling jamu, barang yang mereka duga mengandung ganja, dan dua tablet pil di kopernya.

Namun keluarga Ventocilla mengatakan dia ditangkap karena memiliki obat resep yang dia gunakan sebagai perawatan kesehatan mental.

Keluarga Ventocilla menuduh bahwa polisi Indonesia melarang pengacara yang disewa oleh keluarga dan mahasiswa Harvard lainnya memasuki rumah sakit.

Menurut keluarga tersebut, pasangan Ventocilla, Sebastían Marallano, tiba dengan penerbangan terpisah, tetapi ditahan tanpa tuduhan setelah mencoba membantu Ventocilla.

Keluarga tersebut mengeklaim bahwa Marallano juga dirawat di rumah sakit setelah ditahan polisi, dan polisi menuntut lebih dari USD200.000 untuk pemulangan pasangan itu.

"Keluarga Ventocilla dan Marallano menuntut sistem peradilan Peru untuk menyelidiki dengan benar pelanggaran hak asasi manusia Rodrigo dan Sebastian dan untuk menjamin kebenaran, keadilan dan reparasi," tulis The Harvard Crimson, yang dilansir boston.com, Kamis (25/8/2022).

Dekan Harvard Kennedy Shool Douglas Elmendorf menulis dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa kampus berhubungan dengan keluarga dan mendukung seruan mereka untuk penyelidikan atas kematian Ventocilla.

“Kami kemarin menerima pernyataan dari keluarga Rodrigo dengan deskripsi mereka tentang keadaan yang sangat mengganggu seputar kematian Rodrigo—pernyataan yang berbicara tentang penangkapan dan penahanannya sebelum kematiannya, dan yang menyoroti haknya sebagai seorang pria transgender,” tulis dia.

"Pernyataan dari keluarga Rodrigo menimbulkan pertanyaan yang sangat serius yang pantas mendapatkan jawaban yang jelas dan akurat."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Wali Kota Ini Tewas...
Wali Kota Ini Tewas Diberondong Tembakan Pembunuh Bayaran saat Berangkat ke Kantor
Penembak Massal Sekolah...
Penembak Massal Sekolah Kanada Ternyata Transgender, Namanya Jesse van Rootselaar
Eks Polisi Ini Dibebaskan...
Eks Polisi Ini Dibebaskan usai 30 Tahun Dipenjara atas Suap Rp3.700, tapi Esok Harinya Meninggal
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Berita Terkini
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved