Kronologi Pria Positif Covid-19, Cacar Monyet, dan HIV Secara Bersamaan

Kamis, 25 Agustus 2022 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Dia juga di-skrining untuk beberapa IMS [penyakit seks menular] dan dites positif HIV-1. Para peneliti mengatakan tes darah menunjukkan "infeksi itu relatif baru".

Mereka juga mengatakan pasien sebelumnya telah melakukan tes HIV pada September 2021, yang hasilnya negatif.

Pada 11 Juli, setelah pulih dari cacar monyet dan Covid-19, pria itu dipulangkan dari rumah sakit dan disuruh mengisolasi.

Para peneliti mengonfirmasi bahwa legiun kulitnya telah sembuh dan berkerak.

Laporan dari universitas mengatakan: “Kasus ini menyoroti bagaimana gejala cacar monyet dan Covid-19 dapat tumpang tindih, dan menguatkan bagaimana dalam kasus koinfeksi, pengumpulan anamnestik, dan kebiasaan seksual sangat penting untuk melakukan diagnosis yang benar."

“Untuk dicatat, swab orofaringeal monkeypox masih positif setelah 20 hari, menunjukkan bahwa orang-orang ini mungkin masih menular selama beberapa hari setelah remisi klinis," lanjut laporan tersebut.

“Akibatnya, dokter harus mendorong tindakan pencegahan yang tepat.”

"Karena ini adalah satu-satunya kasus virus monkeypox yang dilaporkan, SARS-CoV-2 [penyebab COvid-19] dan koinfeksi HIV, masih belum cukup bukti yang mendukung bahwa kombinasi ini dapat memperburuk kondisi pasien," imbuh laporan tersebut.

“Mengingat pandemi SARS-CoV-2 saat ini dan peningkatan kasus cacar monyet setiap hari, sistem perawatan kesehatan harus mewaspadai kemungkinan ini.”

Monkeypox telah menyebar ke seluruh dunia dengan lebih dari 41.000 kasus penyakit yang sekarang dilaporkan di 94 negara, menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ini menyebar terutama melalui kontak kulit-ke-kulit dan kadang-kadang melalui kontak dekat dengan tetesan pernapasan besar dari orang yang terinfeksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
5 Alasan Italia Menjual...
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
Houthi Serang Kapal...
Houthi Serang Kapal Induk AS secara Akurat dan Langsung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved