Wanita Ukraina Ini Tersangka Bom Mobil yang Tewaskan Putri Si 'Otak Putin'

Selasa, 23 Agustus 2022 - 11:15 WIB
loading...
Wanita Ukraina Ini Tersangka...
Natalia Shaban-Vovk (43), wanita Ukraina, ditetapkan sebagai tersangka serangan bom mobil yang tewaskan putri dari ideolog ultranasionalis Rusia Alexander Dugin di pinggiran Moskow. Foto/Russia Today
A A A
MOSKOW - Seorang wanita Ukraina ditetapkan sebagai tersangka serangan bom mobil yang menewaskan Darya Dugina (29), putri ideolog utra-nasionalis Rusia Alexander Dugin.

Alexander Dugin, yang berambisi menyatukan negara-negara berbahasa Rusia menjadi satu kekuatan baru, dijuluki media-media Barat sebagai "otak Putin". Namun, dia bukan bagian dari pemerintah Presiden Vladimir Putin.

Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia telah merilis foto tersangka serangan bom mobil pada Sabtu malam lalu. Tersangka bernama Natalia Shaban-Vovk (43), merupakan wanita asal Mariupol, Ukraina.

Shaban-Vovk telah memiliki satu anak perempuan berusia 12 tahun. Ibu tersangka telah dituduh sebagai anggota Batalyon Azov Ukraina, sebuah resimen para militer yang dianggap berhaluan neo-Nazi.

Baca juga: Putri Si 'Otak Putin' Tewasakibat Bom Mobil, Vladimir Putin: Kejahatan Keji, Kejam!

FSB mengeklaim bahwa Shaban-Vovk telah menyewa sebuah apartemen di gedung yang sama tempat Dugina tinggal, dan merencanakan operasi selama beberapa minggu sejak kedatangannya di Rusia pada 23 Juli 2022.

Untuk memantau Dugina, dia menggunakan Mini Cooper, saat memasuki Federasi Rusia. Dia menggunakan mobil berpelat nomor Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Sumber polisi Rusia mengatakan mobil yang dinaiki Dugina meledak dan terbakar setelah 400 gram TNT dipasang di bawah jok depan. "Diledakkan dari jarak jauh," kata sumber polisi, seperti dikutip The Mirror, Selasa (23/8/2022).

Tersangka dilaporkan telah melarikan diri ke Estonia, negara anggota NATO.

Pemimpin Russia Today, yang dianggap sebagai propagandis Rusia, Margarita Simonyan, mendesak agen-agen rahasia Moskow untuk melacak tersangka di Estonia.

"Pembunuh Dasha [Darya] sudah ada di Estonia," katanya.

"Estonia tidak akan--tentu saja--mengekstradisi," ujarnya.

“Saya pikir kami memiliki cukup banyak profesional yang ingin mengagumi menara di sekitar Tallinn.”

Sementara itu, Alexader Dugin (60) menuntut "lebih dari sekadar balas dendam atau pembalasan" atas kematian putrinya.

Dia bersikeras Rusia harus menang dalam perang melawan Ukraina.

“Sebagai akibat dari serangan teroris yang dilakukan oleh rezim Nazi Ukraina, pada 20 Agustus, ketika kembali dari festival di dekat Moskow, putri saya Darya Dugina dibunuh secara brutal oleh ledakan di depan mata saya," katanya.

“Dia adalah seorang gadis Ortodoks yang cantik, seorang patriot, seorang koresponden militer, seorang ahli jaringan pusat, dan seorang filsuf," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Uruguay vs Cape Verde...
Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Infografis
3 Senjata Ini yang Dibutuhkan...
3 Senjata Ini yang Dibutuhkan Ukraina untuk Menang Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved