Pemimpin Hong Kong Sebut UU Keamanan Tak Mengancam Otonomi

Selasa, 30 Juni 2020 - 19:57 WIB
loading...
Pemimpin Hong Kong Sebut...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. Foto/Reuters
A A A
JENEWA - Pemimpin Hong Kong , Carrie Lam, menyatakan bahwa undang-undang keamanan nasional yang baru disahkan parlemen China akan mengisi lubang menganga di Hong Kong dan tidak akan merusak otonomi. Hal itu diungkapkannya dalam forum hak asasi manusia utama PBB.

Parlemen China telah mengesahkan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong, menetapkan panggung untuk perubahan paling radikal terhadap cara hidup bekas koloni Inggris sejak kembali ke pemerintahan China 23 tahun yang lalu.

Dalam pesan video ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Lam mengatakan bahwa undang-undang itu sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan nasional bukan hanya demi 7,5 juta penduduk Hong Kong, tetapi juga 1,4 miliar orang di China daratan.

"Hong Kong telah trauma dengan meningkatnya kekerasan yang dipicu oleh kekuatan eksternal," katanya. (Baca juga: UU Keamanan Nasional Disahkan, Kelompok Pro Demokrasi Hong Kong Bubar)

"Tidak ada pemerintah pusat yang bisa menutup mata terhadap ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasional serta risiko subversi kekuasaan negara," imbuhnya.

"Semua tindakan ini telah melewati garis merah 'satu negara' dan menyerukan tindakan tegas," ujar Lam, menambahkan bahwa undang-undang baru akan diterapkan sesuai dengan Humum Dasar, mini-konstitusi Hong Kong seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/6/2020).

Ia mencatat bahwa Hukum Dasar - yang mengabadikan prinsip "satu negara, dua sistem" untuk memerintah Hong Kong setelah kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997 - melindungi kebebasan berbicara, berkumpul dan pers. (Lihat grafis: ASEAN dan China Berseteru, Dua Kapal Induk AS Unjuk Kekuatan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved