Ayah di India Beri Pil Tidur Putrinya Diklaim Obat Flu, lalu Memerkosanya

Selasa, 30 Juni 2020 - 15:51 WIB
loading...
Ayah di India Beri Pil...
Ilustrasi perempuan korban kekerasan seksual. Foto/SINDOnews.com
A A A
NEW DELHI - Seorang Ayah di Bengaluru, India , dilaporkan ke polisi oleh putri kandungnya yang masih remaja atas tuduhan pemerkosaan. Pria 40 tahun tersebut dituduh memberikan pil tidur yang diklaim sebagai obat flu dan kemudian memerkosa korban ketika dalam kondisi terbius.

Kejadian ini berlangsung di rumah keluarga tersebut di Haralur pada malam 23 Juni lalu.

Korban yang berusia 19 tahun mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya memberinya pil yang diklaim sebagai obat flu setelah ia mengeluh menderita batuk dan pilek.

Namun, ketika dia bangun keesokan paginya, ia menemukan ayahnya tidur di sebelahnya. Dia menyadari bahwa dia telah mengalami pemerkosaan selama kondisinya terbius oleh pil tidur yang diberikan ayahnya.

Korban memberi tahu Ibu tirinya tentang apa yang telah dilakukan ayahnya. Namun remaja itu mengatakan Ibu tirinya menolak bertindak atas apa yang telah terjadi. (Baca: Ingin Nikah Lagi, Pria Mesir Sewa Pemerkosa untuk Memerkosa Istrinya )

Lantaran kecewa, gadis 19 tahun itu mencoba bunuh diri dengan berupaya menenggak cairan kimia pembersih toilet. Namun, upaya itu dia urungkan dan memilih pergi ke kantor polisi, di mana dia menceritakan apa yang dia alami sebelum akhirnya jatuh pingsan.

Polisi segera membawanya ke rumah sakit dan menunggunya pulih.

Mengutip laporan India Today, Senin (29/6/2020), polisi bertindak atas atas laporan aduan korban. Menurut polisi, ayah gadis remaja telah ditangkap. Sedangkan Ibu tirinya juga ikut diperiksa. Identitas sang Ayah atau terlapor tidak diungkap polisi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Horor! Demonstran Bakar...
Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York
Rekomendasi
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Berita Terkini
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved