Profesor Ini Dukung Pembunuhan Salman Rushdie karena Dianggap Menghina Nabi Muhammad

Senin, 15 Agustus 2022 - 09:35 WIB
loading...
A A A
"Kami tentu menggunakan hak itu untuk mengekspresikan diri kami, keyakinan agama kami, dalam kasus pernyataan penistaan apa pun terhadap tokoh-tokoh Islam yang suci.”

Fox News Digital mengirim pertanyaan pers ke Mahallati. Balasan otomatis dari email Mahallati's Oberlin College mengatakan: "Salam! Saya sedang cuti musim panas. Saya akan membalas kapan pun saya bisa."

Fox News Digital juga mengirimkan pertanyaan pers kepada presiden Oberlin College, Carmen Twillie Ambar.

Jurnalis Iran-Amerika terkemuka Masih Alinejad melalui Twitter untuk mengecam Mahallati.

Dia menulis: "Tebak siapa yang membela fatwa Khomeini terhadap #Salman Rushdie? Mahallati, mantan duta besar Republik Islam di PBB yang sekarang menjadi profesor di @oberlincollege."

Rezim Iran telah menargetkan Alinejad, termasuk upaya menculiknya di New York City.

Dalam tweet kedua, Alinejad yang juga dikenal sebagai aktivis hak-hak perempuan menulis: "Kami orang Iran menyerukan @oberlincollege lagi untuk menyelidiki tentang Mahallati mantan duta besar Republik Islam di PBB yang membela fatwa terhadap Salman Rushdie. Saya dapat memberikan banyak dokumen lain yang menunjukkan perannya di menutupi eksekusi massal pada tahun 1988 di Iran."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
Sering Dianggap Sama,...
Sering Dianggap Sama, Ini 4 Perbedaan Asam Urat dengan Rematik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved