Diburu FBI di Rumah Donald Trump, Dokumen Senjata Nuklir untuk Arab Saudi?

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:44 WIB
loading...
A A A
"Tetapi informasi nuklir tertentu akan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi Arab Saudi dan pemerintah lainnya," ujarnya, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (13/8/2022).

Profesor hukum Universitas Fordham Jed Shugerman men-tweet: "Mengapa Trump ingin menyimpan dokumen nuklir? Sudah waktunya untuk meninjau tuduhan menakjubkan Komite Pengawasan DPR 2019 tentang korupsi nuklir antara pemerintahan Trump dan Saudi/Qatar."

Laporan komite itu membuat sejumlah tuduhan terhadap pemerintahan Trump, termasuk bahwa dia mencoba untuk mempercepat transfer teknologi nuklir AS yang sangat sensitif ke Arab Saudi. Ini tanpa tinjauan Kongres dan berpotensi melanggar Undang-Undang Energi Atom yang membatasi ekspor teknologi nuklir AS.

Laporan itu juga menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara Gedung Putih dan Riyadh setelah pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi, yang disambut dengan "pengecualian oleh Presiden Trump dan pejabat tinggi Administrasi Trump lainnya."

Laporan itu mengatakan: "Di AS, kepentingan komersial swasta yang kuat telah menekan secara agresif untuk transfer teknologi nuklir yang sangat sensitif ke Arab Saudi, dan ini menimbulkan potensi risiko bagi keamanan nasional AS jika tidak ada perlindungan yang memadai."

"Entitas komersial ini akan meraup miliaran dolar melalui kontrak yang terkait dengan pembangunan dan pengoperasian fasilitas nuklir di Arab Saudi," imbuh laporan tersebut.

Namun, pada Juli 2019, staf Komite Pengawas DPR dari Partai Republik menolak klaim Partai Demokrat bahwa pemerintahan Trump melakukan kesalahan dalam berurusan dengan Kerajaan Arab Saudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved