Apa Itu Virus Langya yang Baru Muncul di China?

Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:28 WIB
loading...
Apa Itu Virus Langya...
Warga China menghadapi wabah virus baru yang muncul di negara itu. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Satu virus baru yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan, telah menginfeksi 35 orang di provinsi Shandong dan Henan, China.

Kabar yang diungkap dalam studi oleh para ilmuwan dari China, Singapura dan Australia dan diterbitkan dalam New England Journal of Medicine itu memicu kekhawatiran baru di dunia.

Sejauh ini, belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia. “Henipavirus (juga disebut Langya henipavirus atau LayV) pertama kali terdeteksi pada akhir 2018 tetapi secara resmi diidentifikasi oleh para ilmuwan pekan lalu,” ungkap The Guardian.

“Virus itu ditemukan berkat sistem deteksi dini untuk orang yang demam dengan riwayat terpapar hewan baru-baru ini,” papar laporan Bloomberg.

Baca juga: Wabah Virus Baru Muncul di China, Taiwan Tingkatkan Kewaspadaan

Virus itu ditemukan setelah dilakukan swab tenggorokan dari pasien yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Virus ini sepenuhnya baru, artinya belum pernah menginfeksi manusia sebelumnya.

Tetapi dua virus dari keluarga yang sama telah diidentifikasi sebelumnya yakni virus Hendra dan virus Nipah.

Baca juga: Media Jerman Ungkap Berbagai Kesepakatan Rahasia Zelensky

Keduanya dapat menyebabkan penyakit parah dan terkadang fatal. “Tidak ada vaksin atau perawatan untuk virus itu,” papar laporan The Sun.

“Studi tersebut mengatakan 26 dari 35 kasus infeksi virus henipa Langya di provinsi Shandong dan Henan telah mengembangkan gejala klinis seperti demam, lekas marah, batuk, anoreksia, mialgia, mual, sakit kepala dan muntah,” ungkap laporan The Global Times.

“Sejauh ini, kasusnya belum fatal atau sangat serius, sehingga tidak perlu panik,” papar Profesor Wang Linfa dari Emerging Infectious Diseases Program di Duke-NUS Medical School di Singapura yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Dia menambahkan, hal itu masih perlu diwaspadai karena banyak virus yang ada di alam memiliki hasil yang tidak terduga ketika menginfeksi manusia.

“Para ahli masih berusaha mencari tahu apakah virus itu dapat menyebar dari orang ke orang,” ungkap laporan Daily Mail.

Studi tersebut mengatakan, "Tidak ada kontak dekat atau riwayat paparan umum di antara pasien, yang menunjukkan bahwa infeksi pada populasi manusia mungkin sporadis.”

"Pelacakan kontak sembilan pasien dengan 15 anggota keluarga kontak dekat mengungkapkan tidak ada transmisi LayV kontak dekat. Tapi ukuran sampel kami terlalu kecil untuk menentukan status penularan dari manusia ke manusia untuk LayV," papar studi itu.

Mereka menemukan virus pada 71 ekor tikus dari 262 tikus atau mamalia kecil yang disurvei di dua provinsi China tempat wabah dimulai, menurut laporan Daily Mail.

Selain tikus, virus itu juga ditemukan pada anjing (5%) dan kambing (2%).

Penyebaran kuman dari hewan ke manusia, yang disebut zoonosis, adalah umum, terhitung lebih dari enam dari setiap 10 penyakit menular yang diketahui pada manusia, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

“Sebagian besar waktu mereka menyebabkan penyakit terbatas, mati tanpa dampak besar,” ungkap laporan Bloomberg.

Namun, setelah Covid-19, lebih banyak sistem pelacakan sekarang yang tersedia dan mendeteksi berbagai patogen baru.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Helikopter Tempur Apache...
Helikopter Tempur Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Rekomendasi
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Berita Terkini
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved