20 Kapal Perang China Intai Angkatan Laut Taiwan di Garis Tengah Selat

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:26 WIB
loading...
20 Kapal Perang China...
Kapal perang Taiwan terlihat dari kapal Angkatan Laut China di perairan sekitar Taiwan, di lokasi yang dirahasiakan pada 5 Agustus 2022. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Ketegangan masih terlihat di wilayah perairan antara China dan Taiwan. Sekitar 20 kapal Angkatan Laut China dan kapal perang Taiwan terus berada di dekat garis tengah Selat Taiwan pada Rabu pagi (10/8/2022).

Perkembangan itu diungkapkan sumber yang menjelaskan masalah tersebut kepada Reuters.

“Beberapa kapal angkatan laut China terus melakukan misi di lepas pantai timur Taiwan pada Rabu pagi,” ungkap sumber itu.

Sementara itu, Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi menyatakan tidak menyesali perjalanan kontroversialnya baru-baru ini ke Taiwan.

Baca juga: Media Jerman Ungkap Berbagai Kesepakatan Rahasia Zelensky

Dia menggambarkannya sebagai "sangat berharga" dalam wawancara dengan acara Today pada Selasa.

Politisi wanita berusia 82 tahun itu bersikeras dia memiliki “dukungan bipartisan yang luar biasa” untuk kunjungan itu. Tak hanya itu, dia dan delegasinya diterima dengan sangat baik oleh pemerintah Taiwan dan rakyatnya.

Namun, dia menyatakan posisi China dalam perjalanannya tidak relevan. Dia bersikeras China “tidak akan diizinkan untuk mengisolasi Taiwan” atau mendikte siapa yang dapat dan tidak dapat mengunjungi pulau itu.

Baca juga: Pembeli Tolak Muatan Jagung yang Dibawa Kapal dari Ukraina, Ini Alasannya

“Apa yang dilakukan orang China adalah apa yang biasanya mereka lakukan,” ujar Ketua DPR AS tentang tanggapan Beijing terhadap insiden tersebut.

Dia menambahkan Presiden China Xi Xinping bertindak seperti “pengganggu karena rasa tidak amannya sendiri.”

"Tidak ada yang mengganggu tentang kunjungan itu,” papar Pelosi, yang menyatakan perjalanan itu sejalan dengan kebijakan AS untuk mempertahankan status quo.

Namun, dia juga bersikeras, penting untuk memberi tahu China bahwa Washington akan mendukung Taipei sesuai Undang-Undang Hubungan Taiwan sambil secara bersamaan mematuhi kebijakan “Satu China”.

Ketua DPR mencatat delegasi bipartisan AS lainnya mengunjungi Taipei beberapa bulan yang lalu, tetapi “tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun” saat itu.

Dia melanjutkan untuk menunjukkan bahwa ada “sesuatu yang salah dengan gambar ini,” dan kontroversi mungkin ada hubungannya dengan dia menjadi seorang wanita.

Ketika ditanya apakah "kunjungan simbolis" itu merusak upaya Gedung Putih yang sedang berlangsung untuk bekerja dengan China untuk mengatasi masalah geopolitik dan iklim, Pelosi menyatakan perjalanan itu "sangat penting bagi kita, bagi kita untuk mendengarkan orang-orang di kawasan itu tentang agenda penuh kita.”

Dia lebih lanjut menekankan, penting untuk memberi tahu Taiwan bahwa AS tidak akan meninggalkannya karena takut “China mungkin bertindak.”

Perjalanan Pelosi pekan lalu, yang menjadikannya pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Taiwan sejak 1997, memicu reaksi keras dari Beijing.

China meluncurkan latihan militer dan latihan tembak-menembak yang “belum pernah terjadi sebelumnya” di enam wilayah maritim di sekitar Taiwan.

Beijing juga telah memberikan sanksi kepada Pelosi dan keluarganya, memperkenalkan pembatasan perdagangan di Taipei dan memutuskan interaksi diplomatik dengan AS dalam sejumlah masalah militer dan sipil.

China menganggap Taiwan sebagai bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayahnya dan memandang kunjungan seperti kunjungan Pelosi sebagai serangan terhadap kedaulatannya dan pelanggaran prinsip “Satu China”, di mana sebagian besar negara menahan diri dari pengakuan diplomatik Taiwan.

Meskipun secara resmi mengakui Beijing sebagai satu-satunya otoritas yang sah di China sejak 1979, AS mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan pulau berpenduduk 23,5 juta jiwa.

AS sering menjual senjata ke Taipei dan dituding mendukung dorongannya untuk kedaulatan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved