Gaza Menyayat Hati akibat Serangan Israel: Darah, Potongan Tubuh, dan Jeritan

Senin, 08 Agustus 2022 - 13:11 WIB
loading...
Gaza Menyayat Hati akibat...
Alaa Qaddoum (5), anak perempuan berada di antara 43 orang yang tewas di Gaza, Palestina, akibat serangan udara Israel. Foto/Hosam Salem/Al Jazeera
A A A
RAFAH - Malam teror lainnya berlalu di Jalur Gaza selatan ketika serangan pesawat tempur Israel menewaskan seorang komandan senior gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) , Khaled Mansour, bersama dengan banyak warga sipil di sekitarnya.

Hingga Minggu dini hari, kru pertahanan sipil dan penyelamat terus mengevakuasi jenazah korban tewas dan luka-luka dari bawah reruntuhan kamp pengungsi, meski peralatan terbatas.

Menurut petugas medis, tujuh orang tewas dalam pengeboman militer Israel di Rafah pada hari Sabtu. Itu bagian 43 korban tewas dalam serangan tiga hari Zionis Israel, termasuk 15 anak-anak dan empat wanita. Lebih dari 300 warga Palestina lainnya terluka.

Proses penyelamatan dipersulit oleh gang-gang sempit di kamp karena jarak rumah-rumah beratap asbes yang rapat.

Baca juga: Inilah Ziyad al-Nakhalah, Pemimpin Jihad Islam Palestina yang Melawan Israel

Ashraf al-Qaisi (46) mengatakan dia tidak berpikir dua kali sebelum mengizinkan buldoser menghancurkan seluruh rumahnya untuk membantu tim penyelamat mencapai tetangganya yang terkubur di bawah puing-puing.

“Ini adalah malam tersulit dalam hidup saya,” kata al-Qaisi kepada Al Jazeera, Senin (8/8/2022).

“Saya sedang duduk di rumah saya bersama istri dan enam anak saya sampai kami tiba-tiba mendengar suara tembakan, dan sebagian dari langit-langit runtuh. Salah satu putra saya terluka.”

Al-Qaisi berlari keluar hanya untuk menemukan sejumlah rumah tetangganya telah hancur total oleh pengeboman militer Israel.

"Ini adalah saat-saat yang sulit. Darah, potongan tubuh, jeritan di bawah puing-puing, mayat ditarik keluar dan terluka,” kata al-Qaisi.

“Sangat sulit bagi buldoser untuk mencapai rumah yang ditargetkan, jadi saya membiarkan buldoser menghancurkan seluruh rumah saya untuk menyelamatkan tetangga saya di sebelah,” ujarnya kepada Al Jazeera saat dia berdiri di atas puing-puing rumahnya.

Meskipun al-Qaisi menganggur dan tidak memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya, dia mengatakan dirinya tidak ragu untuk mengizinkan kru penyelamat untuk menghancurkan rumahnya.

"Situasinya sulit diungkapkan dengan kata-kata," katanya. “Saya ingin membantu dengan cara apa pun.”

“Saya memberi tahu dunia bahwa cukup, sudah cukup. Peperangan, pengeboman, dan pembunuhan yang terjadi pada kita sudah cukup. Kami lelah. Kami benar-benar lelah,” kata al-Qaisi sambil menggendong putranya yang terluka, Ahmed.

Wissam Joudeh (39), melakukan apa yang dilakukan al-Qaisi. Dia juga mengizinkan buldoser untuk menghancurkan sebagian rumahnya agar tim penyelamat dapat mengevakuasi orang-orang yang terluka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved