Netanyahu: Israel Bunuh 5 Anak Palestina Itu Bohong, Roket Jihad Islam Pembunuhnya

Senin, 08 Agustus 2022 - 08:58 WIB
loading...
Netanyahu: Israel Bunuh...
Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak klaim serangan Israel membunuh 5 anak Palestina di Gaza. Menurutnya, mereka terbunuh oleh roket Jihad Islam Palestina. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan klaim Palestina bahwa serangan militer Zionis ke Gaza membunuh 5 anak itu bohong. Menurutnya, mereka terbunuh oleh roket Jihad Islam Palestina (PIJ) yang gagal menyeberang.

Netanyahu menyebut klaim semacam itu adalah "mesin propaganda Palestina" yang telah tertangkap basah.

Berbicara di "Fox News Live" pada hari Minggu, mantan perdana menteri berpendapat bahwa Israel harus menusuk kebohongan yang datang dari Palestina.

"Mereka mengatakan bahwa kami di Israel membunuh lima anak. Mereka tidak mengatakan yang sebenarnya dan ini terekam dalam sebuah video," bantah Netanyahu.

Baca juga: Jihad Islam Palestina Tembakkan 580 Roket, 97% Dicegat Iron Dome Israel

"Kelima anak itu terbunuh ketika roket Jihad Islam yang ditujukan ke Israel salah tembak [dan] jatuh ke anak-anak ini, jadi mereka benar-benar membunuh anak-anak mereka sendiri dalam proses mencoba membunuh kami."

Netanyahu membuat komentar ketika ketegangan antara Israel dan Gaza meningkat sejak Jumat pekan lalu ketika militer Israel mengumumkan operasi resmi setelah serangan terkoordinasi menewaskan komandan tinggi Jihad Islam Palestina Tayseer al-Jabari.

Menurut IDF, Jabari bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap warga sipil Israel. Seorang komandan senior kedua, Khaled Mansour, tewas pada hari Sabtu.

Ketegangan pertama mulai meningkat setelah pasukan keamanan Israel menangkap pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina, Bassem Saadi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Fox News Digital pada hari Jumat, Gilad Erdan, duta besar Israel untuk PBB, mencatat bahwa misi itu dilakukan pada hari Jumat karena upaya serangan terhadap warga sipil Israel oleh Jihad Islam Palestina.

"Israel dipaksa untuk memulai operasi militer dengan serangan bedah untuk menggagalkan serangan roket mereka dari Gaza," kata diplomat Israel tersebut.

“Jihad Islam Palestina adalah proksi teror radikal dari rezim Ayatollah di Iran dan tujuan yang dinyatakan dengan jelas adalah penghancuran negara Israel,” lanjut Erdan.

Erdan meminta komunitas internasional dan PBB untuk berhenti membuat perbandingan amoral palsu antara demokrasi yang taat hukum dan organisasi teror radikal dan untuk mendukung hak Israel untuk membela warganya.

Militan Jihad Islam telah menembakkan ratusan roket ke Israel sejak Jumat, dengan beberapa menargetkan Yerusalem.

Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa dia yakin konflik saat ini bukan hanya pertempuran fisik, tetapi juga pertempuran moral dan politik serta pertempuran hubungan masyarakat (humas).

Dia kemudian menunjuk pada apa yang dia sebut perbedaan antara Israel dan gerakan Jihad Islam Palestina. "Mereka menembaki warga sipil sambil bersembunyi di belakang warga sipil, sementara Israel mencoba menargetkan teroris sambil menghindari sebanyak mungkin korban sipil," katanya.

"Itulah perbedaan antara masyarakat bebas, demokrasi, dan para pembunuh teroris yang mengikuti ideologi radikal ini," lanjut Netanyahu, yang dilansir Senin (8/8/2022).

Konflik tiga hari tersebut berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak. Selama konflik tersebut, 41 tewas di pihak Palestina. Sedangkan di pihak Israel tanpa korban jiwa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Demam Piala Dunia, 13...
Demam Piala Dunia, 13 Anjing Pakai Jersey Timnas Argentina Curi Perhatian di Buenos Aires
Rekomendasi
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved